Vigili Paskah, 19 April 2014

Kel 14:15 – 15:1  +  Rom 6: 3-11  +  Mat 28: 1- 10

 

 

 

 

Lectio :

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.  Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.  Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.  Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

 

 

Meditatio :

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Mereka pergi ke makam dalam kegelapan malam. Mereka pergi menjelang menyingsingnya fajar, pagi hari belumlah tiba. Pada saat inilah  perayaan Malam Paskah seharusnya diadakan. Dengan Malam Paskah berarti Gereja menyambut kebangkitan Yesus bersama Maria Magdalena dan Maria yang lain.  

Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.  Suatu realitas surgawi sedang berintervensi dalam sejarah dunia. Tanda-tanda surgawi benar-benar dapat ditangkap oleh indera manusia.  Penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati, tidaklah demikian dengan perempuan-perempuan itu. Para penjaga merasa ketakutan karena mereka memang mengawasi makam mengingat kata-kata Orang Nazaret yang hendak bangkit di hari ketiga, tetapi tidaklah demikian dengan kedua perempuan yang hendak menjumpai Orang yang dikasihinya. Kasih membuat seseorang menjadi seorang pemberani.

'Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu', sapa malaikat itu kepada kedua perempuan itu. Kedatangan mereka malah hendak meneguhkan kemauan mereka berdua yang hendak menjumpai sang Kekasih. 'Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya'. Apa yang pernah dikatakanNya itu sungguh benar. Dia tidak tinggal diam dalam kubur.  'Mari, lihatlah tempat Ia berbaring', pinta malaikat itu agar mereka membuktikan kebenaran kubur kosong. Mereka harus memberikan kesaksian tentunya kepada para murid dan semua orang yang percaya kepadaNya. Sekarang,  'segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia', pinta malaikat tu kepada perempuan-perempuan tadi. Yesus akan mereka jumpai kembali di Galilea, tempat biasa mereka berkumpul.

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Kedua perempuan itu segera melaksanakan apa yang dikabarkan malaikat kepada mereka. Mereka tidak mempersoalkan kemampuan diri atau aneka kesulitan yang akan mereka hadapi; mereka diminta dan mereka segera berangkat.  Sikap-sikap seorang Maria yang siap sedia melaksanakan kehendak Tuhan kiranya menjadi kesukaan hati Tuhan dalam mengamini kehendakNya yang menyelamatkan;  dan sungguh benar, tiba-tiba Yesus mendatangi  mereka dan berkata: 'salam bagimu'. Kesaksian yang diberikan oleh malaikat bahwa Dia hidup dibenarkan oleh Dia yang bangkit dan hidup. Mereka bukan saja melihat kubur kosong, melainkan mereka melihat sang Kristus yang bangkit dan hidup.  Apa yang dikatakan malaikat dipertegas yang hendak menjumpai para muridNya: 'jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'.

Betapa bahagianya kedua perempuan itu yang melihat dan berjumpa sendiri dengan Dia yang dicarinya.  Mereka segera mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Mereka semakin percaya bahwa Orang yang mereka kasihi ini sungguh-sungguh Kristus, Putera Allah yang hidup.

Karena terbatasnya waktu tidak banyak orang yang hidup satu jaman dengan Yesus sempat melihat  sang Kristus yang bangkit dan hidup, tentunya dan apalagi kita yang hidup sekarang ini. Namun bersyukurlah kita yang memberikan diri dibaptis di dalam namaNya. Sebab 'tidak tahukah kamu', tegas Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma, 'bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.  Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah' (Rom 6). Kita perbaharui terus iman kepercayaan kita, karena berkat pembaptisan kita 'hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus'.



Oratio :

Ya Yesus Kristus, kiranya kebangkitanMu semakin meneguhkan kami untuk berani dan mengandalkan Engkau, sehingga kami boleh menikmati kebangkitan dan kemuliaanMu di surga kelak.

 

 

Contemplatio :

'Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening