29 Mei 2014


Kis 1: 1-11  +  Ef 1: 17-23  +  Mat 28: 16-20

 

 

 

Lectio :

Pada saat itu kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 

 

Meditatio :

Pada saat itu kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.  Keragu-raguan yang dialami para murid memang sepertinya patut dipahami. Sebab menurut Matius, Yesus tidak menampakkan diri kepada para muridNya sama sekali setelah kebangkitanNya sampai perjumpaan mereka sekarang ini di Galilea; tidak seperti para penulis Injil lain, yang memberikan kesaksian tentang beberapa kali Yesus yang menampakkan diriNya kepada para murid.

Yesus mendekati mereka dan berkata: 'kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman'. Yesus tidak memberi salam terlebih dahulu kepada mereka, tetapi langsung memberikan penyataan dan perutusan kepada para muridNya. 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'.  Kapan itu terjadi? Bukankah Yesus selalu mengatakan bahwa Dia tidak melakukan segala sesuatu seturut kehendakNya sendiri, melainkan kehendak Bapa yang mengutusNya? Kiranya pertanyaan semacam ini perlu kita pahami bersama. Namun tentunya juga semakin kita mengerti bersama bahwasannya bila Yesus selalu menegaskan dan mengutamakan kehendak Allah Bapa, karena memang sebagai Allah yang menjadi Manusia, Yesus  melakukan segala sesuatu yang telah direncanakan dan ditentukan oleh Allah semenjak semula. Yesus tidak mengubah kemauan Allah bahwa semua orang harus selamat. Dalam karya pelayananNya pun Yesus selalu menegaskan bahwa 'Aku ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Aku'.  Penyataan 'kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'  menegaskan bahwa rencana dan kehendak Bapa telah terpenuhi dengan kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. Dia telah memberikan nyawa sebagai tebusan bagi seluruh umat manusia.  

Karena kuasaNya itulah, dan karena kehendak Allah dari semula itulah, Yesus meminta para muridNya:  'pergilah', pertama,  'jadikanlah semua bangsa murid-Ku'. Yesus menghendaki agar semua orang menjadi murid-muridNya, yakni orang-orang yang siap selalu melakukan kehendakNya, sebab para murid adalah mereka yang selalu saling mengasihi dan menghasilkan banyak buah dalam hidupnya  (Yoh 13: 35 dan 15: 8). Kedua, 'baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus', sebab hanya dalam Allah kita semua beroleh selamat. Hanya dalam Kristus Tuhan ada keselamatan. Ketiga,  'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'. Sebab hanya melakukan sabda dan kehendak Tuhan yang selalu menyenangkan hati sang Empunya kehidupan (Mat 12: 50), dan bukannya yang lain. Keempat,  'Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman'. Yesus tidak membiarkan para murid berkarya seorang diri. Yesus selalu mendampingi umatNya dalam kuasa RohNya yang kudus.

Paulus dalam suratnya kepada umat di Efesus membahasakan kata-kata Yesus  yang hendak menjadikan semua bangsa menjadi murid-muridNya, yang memang sesuai dengan kemauan Allah semenjak semula,  dengan berkata: kehendak dan kuasa Allah dinyatakanNya 'di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.  Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada' (Ef 1: 20-22).

Kenaikan Yesus ke surga sebenarnya hendak menyatakan secara kasad mata, bahwa Dia memang adalah Orang yang diutus Allah. Dia adalah Allah yang menjadi Manusia. Dialah Anak Manusia yang tinggal di tengah-tengah umatNya. Dialah Pelaksana sabda dan kehendak Allah agar semua orang, tanpa terkecuali, beroleh keselamatan. Hanya dalam Kristus Tuhan ada kehidupan dan keselamatan. Dia sekarang kembali kepada Allah, karena Allah telah menyatakan keselamatan umatNya hanya karena penebusan sang Putera, dan sang Anak Manusia telah menyelesaikan dan menggenapi kehendakNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  kami bersyukur atas tugas perutusan yang Kau percayakan pada kami, kiranya pendampinganMu sungguh-sungguh memberikan semangat dan kekuatan bagi kami dalam mewartakan kabar sukacitaMu, sehingga setiap orang boleh menikmati keselamatan kekal.  Amin

 

 

 

Contemplatio:

'Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening