Jumat dalam pekan Paskah III, 9 Mei 2014

Kis 9 : 1-20  +  Mzm 117 : 1,2  +  Yoh 6: 52 - 59



Lectio :

Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

 

 

Meditatio :

'Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan',  komentar orang-orang Israel terhadap penyataan Yesus, yang ditujukan kepada mereka, dan tentunya kepada kita semua, yang merindukan keselamatan.   'Jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu; sebaliknya barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman'. Bahasa rohani ini memang amatlah sulit dimengerti mereka yang sangat awam dalam hidup rohani, yakni mereka yang begitu mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam perjuangan hidup ini, sebab bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi. Bukankah Dia ini Orang Nazaret, Anak tukang kayu, ibuNya bernama Maria, dan saudara-saudariNya ada di antara kita?

'DagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman', karena itu nikmatilah misa kudus dengan penuh syukur. Kata-kata inilah yang kiranya diucapkanNya kepada kita yang setia dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Karena memang dalam perayaan itu, kita menikmati kehadiran Allah dalam sabdaNya, dalam Tubuh dan DarahNya. Ekaristi adalah sebuah perayaan yang penuh, dan merupakan jalan yang paling singkat menuju surga, sebagaimana dikatakan santo Pius, karena memang kehadiranNya yang amat sempurna itu, kita nikmati secara nyata dan dapat kita rasakan secara inderawi.

'Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'. Anugerah ini sungguh luar biasa! Betapa tidak, kita diijinkan tinggal dalam Dia dan Dia ada dalam kita. Sungguh layak dan pantaslah, bila dalam perayaan yang mendatangkan rahmat ini, kita sungguh-sungguh terlibat aktif di dalamnya. Sebab memang kita mengikuti perjamuan makan bersama, di mana Kristus Tuhan ada di situ dan menyatakan kasihNya; dan di saat Ekaristi, kita memperbaharui diri sebagai tubuhNya yang satu dan kudus. Kiranya penegasan Allah sendiri dalam pengalaman Saulus mengingatkan kita bersama bahwa kita GerejaNya adalah Tubuh sang Empunya kehidupan ini. Segala yang kalian terhadap umatKu berarti kalian juga terhadapKu (bdk. Kis 9).



Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar bagi kami. Engkau sendiri rela berkorban untuk menanggung dosa kami, agar kami boleh beroleh keselamatan. Dampingilah kami selalu agar semakin hari semakin kami beriman kepadaMu. Amin



Contemplatio :

'Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening