Kamis dalam pekan Paskah III, 8 Mei 2014

Kis 8: 26-40  +  Mzm 66  +  Yoh 6: 44-51

                                                                                          

 

 

Lectio :

Pada suatu hari berkatala Yesus:  'tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.  Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.  Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.  Akulah roti hidup.  Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.

 

 

Meditatio :

'Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman'. Iman pun mengandalkan sebuah anugerah dari Tuhan Allah sendiri, yang memang tumbuh dan berkembang dalam cara hidup setiap orang. Tidak ubahnya dengan benih yang ditabur dalam tanah (lih. Mat 13).   Kiranya pengalaman Sida-sida, orang Etiopia yang mengenal Allah, karena memang Allah sendiri yang memanggilnya melalui Filipus memberi gambaran kepada kita bagaimana Allah selalu memanggil dan memanggil umatNya menuju keselamatan (Kis 8); dan tak dapat disangkal sekarang ini banyak orang mengenal Allah melalui aneka peristiwa hidup sehari-hari, bukan saja melalui pengalaman manis, melainkan juga pengalaman pahit yang tidak mengenakkan                                                

'Akulah Roti hidup', tegas Yesus guna menyatakan diriNya.  'Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati', karena memang manna bukanlah roti dari surga, tetapi sebatas pemberian dari Tuhan yang turun dari langit atas.  'Inilah Roti yang turun dari sorga', yakni Dia yang diutus Bapa. Dialah Allah yang menjadi Manusia. Maka, 'barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati', sebab Roti yang Kuberikan itu ialah Daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Semuanya hanya dimaksudkan agar seluruh umatNya beroleh hidup kekal.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, terima kasih atas anugerah iman yang Engkau taburkan dalam diri kami. Engkaulah Roti yang menghidupkan, yang menuntun kami pada hidup yang kekal.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga'.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening