Kamis dalam Pekan Paskah IV

15 Mei 2014

Kis 13: 13-25  +  Mzm 113  +  Yoh 13: 16-20

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.  Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.  Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

 

 

Meditatio :

'Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya'. Sebuah penyataan umum diberikan Yesus bahwasannya seorang tuan pasti lebih besar daripada hamba-hambanya; demikian juga seseorang yang mengutus pasti lebih besar dari mereka yang diutusnya. Maka siapakah yang harus dipercayai? Namun dengan tegas Yesus menyatakan:  'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'. Menerima kehadiran seseorang yang mewartakan Injil tak ubahnya dia menerima Kristus sendiri, bahkan menerima sang Empunya kehidupan, yakni Bapa di surga. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu ini, kamu melakukannya bagiKu (bdk 25: 40), sebab memang dalam pewartaan sabda dan kehendakNya Kristus sendiri hadir menyertai mereka. 'Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman' (Mat 28: 20).

Pewartaan sabda dan kehendak Tuhan memang harus terus menerus dikumandangkan, agar semua orang beroleh selamat. Keselamatan adalah kehendak Allah. Allah tidak menghendaki semua orang binasa, semua orang harus selamat, walau semenjak awal Allah telah tahu kelemahan dan ketidaksetiaan umatNya terhadap rencana keselamatan ini. Semuanya tidak mengaburkan dan meniadakan maksud baik Allah. Rencana keselamatan tetap harus dilaksanakan, walau ada perlawanan dari umatNya.  'Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.  Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia'. Kelemahan dan keterbatasan umatNya, bahkan ketidaksetiaan umatNya semakin menguatkan diri Allah sendiri yang tetap berpegang pada kasih. Allah adalah kasih. Dia mengasihi umatNya, bukan kerena jasa baik yang telah diberikan umatNya, melainkan karena kasih Allah yang menyelamatkan umatNya. Apapun yang terjadi pada diri umatNya tidaklah diperhitungkan, sebab Allah adalah kasih.  

Kiranya yang terus kita usahakan adalah menemukan dan merasakan kehadiran Tuhan Yesus sendiri setiap kali sabda dan kehendak Tuhan disampaikan. Bukankah Allah selalu berbicara melalui umatNya? Keberanian setiap orang untuk mendengarkan sabda Tuhan yang diwartakan sesamanya akan meneguhkan panggilan hidup dan mendatangkan rahmat dan berkatNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarlah kami untuk taat dalam mendengarkan sabda dan merasakan kehadiranMu di dalamnya, agar kami semakin diteguhkan, dan semoga rahmat kasihMu yang kami nikmati ini juga dapat kami bagikan kepada sesama kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening