Kamis dalam Pekan Paskah V

22 Mei 2014


Kis 15: 7-21  +  Mzm 96  +  Yoh 15: 9-11

 



 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh".

 

 

Meditatio :

'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu'. Inilah penegasan Yesus. Kasih Bapa itulah yang dibagikanNya kepada kita para muridNya. Maka, 'tinggallah di dalam kasih-Ku itu', pinta Yesus. Kasih Kristus memang dibagikan kepada kita semua, tetapi tetap harus ada keberanian untuk menikmatinya; dan itulah yang dilakukan Yesus sendiri.  'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.  Yesus Tuhan tidak pernah memberikan segala kasih karunia kepada orang-orang yang selalu berpangku tangan. Orang-orang yang setia berusaha yang mendapatkan rahmat dan berkatNya. Kesetiaan Yesus sendiri sepertinya menjadi contoh bagi setiap orang untuk menikmati kasih dan perhatianNya.

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'. Yesus menyatakan demikian, karena memang segala sesuatu yang dimintaNya, bukan untuk kepentingan diriNya sendiri, melainkan untuk keselamatan umatNya. Yesus berkeinginan semua orang menikmati segala yang dinikmatiNya dari Bapa, sekali lagi 'supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh'.

 

 

Collatio :

'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.  Kiranya kehendak Yesus inilah yang perlu terus-menerus kita pahami dan menjadi penghayatan kita bersama. Allah menghendaki kita menikmati kasihNya yang melimpah, tetapi kita tetap diminta untuk melaksanakan kehendakNya. Orang yang berpangku tangan menunggu rejeki turun dari atas sepertinya adalah kesia-siaan. Tuhan Yesus tidak akan mengijinkan setiap orang mengharapkan sesuatu tanpa usaha. Barangsiapa tidak bekerja janganlah ia makan. Seruan Paulus ini kiranya menjadi semacam permenungan kita bersama dalam berharap akan kasih Allah.

Memang tak dapat disangkal, banyak orang enggan berkarya, mereka hanya menunggu uluran tangan yang berbelaskasih. Apakah dengan berpangku tangan kita bisa mengubah hidup? Apa kata dunia? Kekhasan orang-orang yang kita sebut santo dan santa, ataupun beato atau beata adalah mereka yang sungguh-sungguh ulet dalam berusaha dan berkarya mencari kehendak Allah dalam kehidupan konkrit sehari-hari. Yohanes Paulus II yang baru saja mendapatkan gelar santo, bukanlah orang yang suka duduk di belakang meja atau terus-menerus duduk di kapel berdoa; santo Yohanes Paulus II adalah seorang penikmati hidup. Dia malah berani memanggul salib kehidupan yang berat. Minimal dari seorang yang memberi warna kepada dunia, dan kepada orang yang menembaknya, Yohanes rela memaafkan dan memberikan pengampunan kepadanya.

Kita harus berani membantu orang yang hendak menikmati kehidupan yang lebih baik, terlebih dalam mengenal Allah. Kiranya pengalaman para rasul dalam mewartakan sabda Tuhan menjadi panutan hidup kita. 'Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, orang-orang tak bersunat, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.  Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga' (Kis 15: 8-11).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur boleh menikmati sukacita dan tinggal di dalam Engkau yang membawa kami pada jalan keselamatan. Mampukanlah kami agar kamipun dapat melakukan kehendakMu untuk mengasihi sesama disekitar kami, sehingga merekapun boleh mengalami sukacita dan tinggal di dalam Engkau. Amin

 

 

Contemplatio :

'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening