Minggu dalam pekan Paskah IV, 11 Mei 2014

Hari Minggu Panggilan

Kis 2: 36-41  +  1Pwet 2: 20-25  +  Yoh 10: 1-10

 

 

 

Lectio :

Suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.  Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.  Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.  Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."  Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.  Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.  Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

 

 

Meditatio :

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;  tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba'. Seorang gembala harus mengikuti aturan main. Pintu dibuat agar sang gembala dan kawanan domba dapat masuk keluar dengan leluasa. Pintu dibuat agar gembala dan kawanan domba tidak mengalami kesulitan untuk masuk dan keluar dari kandang domba.  'Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.  Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya'. Sang gembala dan kawanan domba saling mengenal satu sama lainnya. Sang gembala akan memimpin kawanan domba, karena kawanan domba mengenal mereka. Kawanan domba begitu percaya kepada sang gembala. Mereka percaya bahwa sang gembala akan menghantar mereka ke tempat yang banyak rumputnya. Sebaliknya, 'seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal'. Tak kenal maka tak sayang, demikian juga kiranya kawanan domba juga tidak merasakan perhatian dan penjagaan dari orang asing, maka mereka akan melarikan diri.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu', tegas Yesus. Penegasan ini sungguh-sungguh menyatakan bahwasannya kita dapat melakukan segala sesuatu dengan baik dan berkenan kepada domba-domba, bila kita melakukannya melaui sang Pintu. Segala sesuatu dapat kita lakukan dan membuat orang bersukacita, bila kita kerjakan semuanya melalui Yesus Kristus, Pintu kehidupan. 'Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka'.  Sebuah penyataan yang hanya ingin menegaskan siapakah diriNya, yang lebih dari lainnya, yang memberi kepastian, dan bukannya mempersalahkan para nabi dan hakim-hakimNya yang kudus.

'Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'. Kedatangan Yesus menghantar umatNya kepada aneka peristiwa yang membahagiakan, ke tempat yang menjadi kerinduan setiap orang menikmati sukacita. Karena memang,  'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Yesus datang bukan untuk diriNya sendiri, melainkan bagi keselamatan umatNya.

 

 

Collatio :

'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Inilah tugas seorang Gembala agung, yakni Kristus Tuhan; dan inilah tugas seseorang yang menyebut dirinya seorang imam dan gembala.  Aku datang, mengandaikan kedatangannya di mana pun dia berada adalah sebuah perutusan. Sebagai Kristus datang untuk melakukan kehendak Bapa, demikianlah seorang imam datang di suatu tempat, bukan karena dia telah memilihnya, melainkan hanya bisa dimengerti kalau dia diutus dan ditugaskan. Kedatangan seorang imam selalu membawa perutusan.

Perutusan yang bagaimana? Perutusan yang dimaksudkan adalah 'supaya mereka mempunyai hidup', supaya mereka benar-benar menikmati hidup dengan sukacita dan penuh damai,  'dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'. Kelimpahan tidaklah dimaksudkan dengan banyaknya harta benda yang dimilikinya, melainkan limpahan kasih yang mengatasi segala kemampuan dirinya, sehingga mereka pun mampu berbagi dengan sesamanya. Perutusan inilah yang harus dihayati oleh setiap imam. Setiap imam harus membawa sukacita dan pengharapan bagi setiap orang untuk hidup lebih baik. Setiap imam harus semakin menghayati bahwa dirinya dipilih untuk melayani,  sebagaiman Kristus sendiri datang, bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Apakah semuanya itu hanya untuk saudara-saudara kita para imam? Bukan, untuk kita semua. Bukankah kita juga mempunyai jabatan imamat umum dalam Gereja; yang memang tidak dapat disangkal, panggilan mereka yang  tertahbis mempunyai tanggungjawab yang lebih besar daripada kita semua. Petrus dalam suratnya mengingatkan: 'jika kamu berbuat baik,  kamu harus menderita, dan itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.  Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil' (1Pet 2: 20-23).

Kemauan  ambil bagian dalam karya pelayanan adalah wujud terima kasih kita kepada Dia yang telah dahulu menyelamatkan kita. 'Dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pemelihara jiwamu'.



Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkauah Pintu Gerbang yang mengarahkan kami kepada keselamatan. engkau menghantar kami kepada kehidupan abadi. Semoga kami kedapatan setia bersamaMu.

Ya Tuhan Yesus, berkatilah para imam kami. Mereka banyak berusaha untuk hidup sempurna. Semoga Engkau memperhatikan kesetiaan mereka dalam menyampaikan sabda dan kehendakMu. amin.



 

Contemplatio :

'Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening