Minggu dalam Pekan Paskah VII

1 Juni 2014


Kis 1: 12-14  +  1Pet 4: 13-16 +  Yoh 17: 1-11

 

 

 

Lectio :

 

Suatu hari Yesus menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.  Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu".

 

 

 

Meditatio:

'Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau'. Inilah permintaan Yesus kepada Bapa di surga yang mengutusNya. Mengapa Yesus menyampaikan permohonanNya ini? Sebab, 'Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya'.  Yesus telah menyelesaikan tugas perutusanNya, yang memuncak pada  kematian dan kebangkitanNya dari alam maut. 'Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada'. Semuanya itu sepertinya akan terlaksana dengan kehendak Bapa untuk menarik kembali sang Anak Manusia kepada takhta kemuliaanNya. Kenaikan Yesus ke surga adalah peristiwa pemuliaan Anak oleh Bapa yang penuh kasih. Dia yang diutusNya sungguh-sungguh telah melakukan kehendakNya.

'Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya'. Kasih Bapa kepada sang Putra, dan dinikmati oleh sang Putra, dibagikanNya kepada semua orang yang percaya kepadaNya, kepada orang-orang yang telah diserahkan oleh Bapa kepadaNya. Bukankah  'Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu', tegas Yesus.   'Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus'. Sebuah penyataan yang sungguh-sungguh menggembirakan  bahwasannya kepercayaan kepada Bapa dan  Putra benar-benar mendatangkan keselamatan. Sebab memang Bapa ada dalam Putra, dan Putra ada dalam Bapa. 'Percayalah kepada Allah Bapa, dan juga percayalah kepadaKu'  (Yoh 14: 1).

Yesus mendoakan para muridNya, karena mereka semua mempunyai iman yang sudah dapat dibanggakanNya. Yesus memuji kehebatan para muridNya.  Kalau Yesus berkata:  'sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku', dikarenakan Yesus bangga dengan iman yang dimiliki oleh para muridNya. Doa Yesus adalah sebuah anugerah yang dipanjatkan oleh Yesus kepada Bapa di surga bagi para muridNya.  

'Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka'. Kebanggaan Yesus terhadap para muridNya ternyata bukan semata-mata karena usaha dan jasa baik dari mereka, tetapi karena kehendak Allah Bapa sendiri yang memang  telah menyerahkan umatNya kepada sang Putera.

Yesus berdoa kepada Tuhan Bapa di surga, bukan saja karena kebaikan mereka, tetapi juga sebagai ungkapan pendampingan sang Putra yang ingin selalu bersama umatNya. 'Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu'. Yesus ingin selalu mendampingi para muridNya. 'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat'  (Yoh 17: 15). Adalah sebuah kesengajaan Allah agar para muridNya tetap tinggal di dunia, karena memang dunia masih belum semuanya percaya kepadaNya. Oleh karena itu, tentang Roh yang akan diutusNya, Yesus menegaskan : 'kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;  akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;  akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum' (Yoh 16: 8-11). Namun demikian, Yesus tetap menegaskan: 'kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku' (Yoh 15: 27). Untuk itulah para murid tetap tinggal di dunia.

Apakah para murid duduk-duduk sembari berpangku tangan dalam bersaksi, mengingat doa-doa yang dilambungkan Yesus kepada Bapa dan juga tugas perutusan yang diemban Roh Kudus? Tidak. Para murid pun harus berani berusaha dan berusaha tanpa kunjung henti, sebagaimana dinasehatkan Petrus sendiri. Kata Petrus kepada para murid lainnya: 'bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.  Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu; Malah jika kamu menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah kamu malu, melainkan hendaklah kamu memuliakan Allah dalam nama Kristus itu' (1Pet 4: 13-16).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, para muridMu dulu begitu bertekun dalam doa menantikan Roh Kudus, yang Engkau janjikan mendampingi mereka, kiranya kami yang telah menerima Roh Kudus melalui pembaptisan, semakin diteguhkan untuk selalu bersatu dalam doa, dan semakin berharap kepadaMu dalam melakukan tugas yang Kau percayakan kepada kami masing-masing.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening