Pesta Santo Matias Rasul

14 Mei 2014

Kis 1: 15-26  +  Mzm 11  +  Yoh 15: 9-17

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.  Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

 

 

Meditatio :

 'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu', tegas Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Kasih Yesus kepada kita umatNya adalah kasih Bapa sendiri. Karena itu, pinta Yesus: 'tinggallah di dalam kasih-Ku itu'. Kasih Bapa itu hanya dapat kita nikmati kalau kita siap sedia melakukan kehendakNya, sebagaimana dilakukan Yesus sendiri.  'Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya'.  Seseorang yang egois adalah dia yang tidak mau mengasihi sesamanya, dan terlebih Tuhan Allah sendiri. Seorang egois adalah dia yang tidak beriman.  

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya'. Kepenuhan cinta yang diminta Yesus sungguh-sungguh utuh dan menyeluruh;  cinta yang diminta, bukannya semampu aku bisa berikan, melainkan seluruh hidup yang rela mati,  bila memang nyawa dimintanya, yang semuanya itu telah dilakukan Yesus sendiri.

Permintaan Yesus agar kita saling mencintai, karena memang Dia amat menghormati dan menghargai kita, manusia. Dia yang adalah Allah sungguh-sungguh menghormati dan menghargai kita, yang disamakan dengan diriNya. Yesus meminta kita untuk berani mencinta, karena betapa luhur dan mulianya kita di hadapanNya. 'Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku', adalah sebuah penyataan betapa agung dan mulianya kita di hadapan Allah sang Penyelamat.  

'Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu'. Semuanya ini adalah kehendak Tuhan Yesus, dan bukannya karena jasa dan kebaikan kita umatNya. Yesus amat menghargai dan menghormati kita, kawanan dombaNya, malah juga memungkinkan kita untuk bertumbuh dan berkembang, dan dinikmati banyak orang yang ada di sekitar kita.  'Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu'.

Keterpilihan Matias, yang sepertinya hanya merupakan hasil undi  (Kis 1: 26) terjadi hanya karena kehendak Allah sendiri. Semuanya terjadi, pertama, karena memang 'tertulis dalam kitab Mazmur: biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya; dan biarlah jabatannya diambil orang lain'. Kedua, keinginan para murid sendiri agar 'ditambahkan  seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,  yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya'. Ketiga, karya Tuhan yang tak jarang dihadirkan melalui aneka peristiwa sehari-hari, tanpa membuang segala isian budaya yang dihidupi umatNya, sebagaimana Kristus Tuhan sendiri yang menjadi manusia mau mengikuti aliran ruang dan waktu. Dia yang mengatasi ruang dan waktu, mau merundukkan diri dalam ruang dan waktu.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami dalam berbagi kasih dengan sesama kami, agar kami benar-benar melakukannya dengan segenap hati, dan bukannya malahan untuk menutup diri.

Santo Matias, doakanlah kami agar kami semakin siap menemukan kehadiran sang Guru dalam diri sesama kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu, tinggallah di dalam kasih-Ku itu'.

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening