Sabtu dalam pekan Paskah III, 10 Mei 2014

Kis 9 : 31-42  +  Mzm 116  +  Yoh 6: 60-69



 

 

Lectio :

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"  Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?  Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.  Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."


 

 

Meditatio :

'Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?'. Itulah komentar  banyak orang setelah mendengar penegasan Yesus bahwa setiap orang akan beroleh selamat jikalau dia makan daging dan minum darahNya. Bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi? Sekali bagi orang yang sangat awam dalam hidup rohani amatlah sulit dimengerti hal ini.

'Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?  Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?  Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup', tegas Yesus. Perkataan yang disampaikan sungguh-sungguh perkataan rohani, bahkan perkataan ilahi, karena memang Dia adalah Allah. Orang yang sangat awam tak mungkin mampu memahaminya. Kebiasaan seseorang mendengarkan sabda dan kehendakNya memang amat memungkinkan seseorang mengerti sabda dan kehendakNya.

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Pengajaran Orang Nazaret ini benar-benar tidak masuk akal, sulit dimengerti, dan tak mungkin bisa dilakukan oleh manusia sehat. Benarlah apa yang dikatakan Yesus sendiri, bahwasannya 'tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya', sebab rahmat Allah akan mendampingi setiap orang yang tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Ketidakmampuan seseorang dalam merenungkan sabda dan kehendak Tuhan akan selalu disempurnakan  oleh Allah sendiri; demikian sebaliknya seseorang yang bertahan diri dalam ketidakmampuannya akan semakin terjauhkan daripadaNya.

'Apakah kamu tidak mau pergi juga?', tanya Yesus kepada keduabelas muridNya. Apakah pergaulan mereka selama ini juga tidak berbekas dalam hati mereka?  Jawab Simon Petrus kepada-Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'. Inilah iman  seorang Petrus yang begitu percaya kepada sang Guru. Petrus berkata-kata seperti yang pernah diucapkan oleh seorang malaikat kepada Maria (Luk 1: 35), ketika Maria meminta klarifikasi daripadaNya, mengingat ketidakberdayaan dirinya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami selalu, agar  tekun dalam mendengarkan sabdaMu, dan kami pun tetap setia ke padaMu di tengah-tenagh pergumulan hidup kami. Amin



 

Contemplatio :

'Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya',

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening