Selasa dalam pekan Paskah III, 6 Mei 2014

Kis 7: 51-60  +  Mzm 31  +  Yoh 6: 30-35

                                                                                          

 

 

Lectio :

Pada suatu hari bertanyalah orang banyak kepada Yesus:  'tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."  Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

 

 

Meditatio :

'Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?  Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: mereka diberi-Nya makan roti dari sorga'. Penegasan Yesus agar mereka semua percaya kepadaNya mendapatkan tanggapan serius. Mereka mau percaya kepadaNya, asal Yesus memberi tanda yang menyatakan Siapakah Dia sebenarnya. Dan kiranya tanda yang mereka berkaitan dengan soal makan dan minum, dan itulah yang menjadi perhatian Yesus, bahwasannya mereka mencari Yesus hanya karena mereka telah makan kenyang. Mereka membandingkan dengan pengalaman bangsa leluhur, karena nenek moyang mereka tidak perlu bekerja, hanya dengan menunggu turunnya roti dari surga. Biasa Engkau memberi tanda yang sama diberikan oleh Musa, bahkan lebih agung lagi?

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada mereka,  'sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga'. Yesus tidak menampik bahwa para leluhur Israel telah menerima roti manna dalam perjalanan hidup di padang gurun, tetapi itu roti bukanlah roti yang turun dari surga. Mereka memang telah makan manna, tetapi mereka tetap mengalami kematian hidup. Roti dari surga adalah roti yang diberikan oleh Bapa yang penuh kasih; roti yang memberi kehidupan.  'Roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia'. Roti yang berasal dari Allah adalah kekal adanya, dan mereka yang menikmatinya akan beroleh hidup kekal.  

'Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa', sahut mereka yang semakin tertarik kepada sang Kehidupan. Betapa bahagianya mendapatkan roti yang memberi kehidupan abadi itu.

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'. Tidak ada tanda-tanda lagi. Hanya dengan percaya kepada Yesus, seseorang beroleh kehidupan kekal. Percaya kepada  Yesus adalah santapan hidup yang diperlukan oleh setiap orang untuk mendapatkan hidup kekal. Sola fide adalah sikap hidup bagi setiap orang untuk beroleh kehidupan kekal bersama Kristus Tuhan. Iman menghantar setiap orang sampai kepada Allah.

Tak dapat disangkal, karena kepercayaan kepada Kristus Tuhan membawa resiko yang amat berat. Kiranya kembali pengalaman santo Stefanus menjadi permenungan bagi kita bersama. Dia percaya kepada Yesus, maka dia dipaksa mati oleh orang-orang yang sebangsa dengan dia dan percaya kepada kitab suci. Mahkota kemartiran pun diterimanya, setelah dia menyerahkan nyawanya. 'Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku' (Kis 7: 59), seru Stefanus kepada sang Pemilik kehidupan ini.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas roti hidup yang Kau berikan pada kami, sehingga kami tidak lapar dan haus lagi akan hal-hal duniawi, dan kami pun memperoleh kehidupan kekal tentang kebenaran, kedamaian dan cinta kasih, yang memampukan kami menghadapi tantangan dalam hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening