Senin dalam pekan Paskah IV, 12 Mei 2014


Kis 11: 1-18  +  Mzm 42  +  Yoh 10: 11-18

 

 

 

Lectio :

Suatu hari berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.  Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.  Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.  Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.  Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku'.

 

 

 

Meditatio :

'Akulah gembala yang baik'. Penegasan Yesus tentang tugas perutusanNya. 'Gembala yang baik adalah seseorang yang 'memberikan nyawanya bagi domba-dombanya'. Keselamatan orang lain yang menjadi ukuran pelayanannya. Sungguh berkebalikan dengan,  'seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Dia bertindak begitu, karena memang dia tidak mempunyai rasa memiliki dalam hidupnya. Dia adalah orang yang tidak bertanggungjawab, yang tidak mau tahu terhadap  orang lain.  

'Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku'. Gembala yang baik adalah mereka yang selalu mengutamakan kesatuan, dan bukankah kodrat Gereja sendiri adalah satu dan kudus? Kesatuan hati antara para gembala bersama umatNya meneladan dari kesatuan Bapa dan Anak, 'sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa'. Yesus adalah Gembala yang baik, karena Dia ada dan datang bukan untuk diriNya sendiri;  'Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku'. Domba-domba yang mengenalNya adalah mereka yang percaya kepada sang Gembala, mereka adalah orang-orang yang ditarik oleh Bapa untuk datang kepadaNya (Yoh 6: 44). Namun tak dapat disangkal, kasih Tuhan dinyatakan dan disampaikan kepada seluruh umat, karena memang Allah menghendaki semua orang beroleh selamat, dan tidak satu orang pun umatNya binasa. Karena itu Yesus menambahkan:  'ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala'.  

'Waktu Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.  Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.  Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!' (Kis 1: 5-9). Kiranya penegasan Allah kepada Petrus bukan soal makan dan minum, melainkan sebuah penyataan bahwa keselamatan harus dinikmati oleh seluruh bangsa, dan bukannya hanya Israel sebagaimana pengetahuan mereka selama ini.

'Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali'. Inilah kebangkitan. Sebab memang semuanya dilakukan Yesus dengan kematian dan kebangkitanNya dari alam maut, yang semuanya dilakukanNya agar semua orang beroleh hidup. Penegasan Yesus ini hendak menyatakan bahwasannya Dia mati di kayu salib bukan karena dikalahkan dan dibinasakan oleh umatNya, melainkan karena semata-mata sebuah penyerahan diri yang penuh kasih. 'Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali'. Dia telah memberi dan Dia mengambilnya, terpujilah Dia selama-lamanya. Kiranya ucapan Ayub ini juga dapat dikenakan pada Yesus, Anak Manusia yang telah memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi umatNya. Bukan saja Dia telah mengambilnya, Dia juga telah memberikannya kembali kepada sang Anak.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk dapat meneladani Engkau, agar mampu berbagi dan mau berkorban kepada sesama kami yang lemah dengan segala talenta, waktu, perhatian maupun materi yang kami miliki.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening