Senin dalam Pekan Paskah V

19 Mei 2014


Kis 14: 5-18  +  Mzm 115  +  Yoh 14: 21-26

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."  Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"  Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.  Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu".

 

 

Meditatio :

'Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya'.  Inilah penegasan Yesus kepada para muridNya. Memang hanya orang-orang yang mengasihiNya akan melakukan perintah-perintahNya. Terasa janggal memang, bila ada orang yang menuruti kemauan seseorang yang tidak dikenalnya, apalagi mengasihinya. Tidak kenal naka tak sayang. Penyataan ini sampai dinyatakan dua kali, setelah Yudas Tadeus menanyakan mengapa Dia menyatakan diriNya hanya kepada mereka, dan bukan kepada dunia.

Kiranya karunia yang indah dan luar biasa, yang akan dinikmati orang-orang yang mengasihi Dia dan melaksanakan perintah-perintahNya, adalah kehadiran Allah dalam hidupnya, karena memang Yesus dan  Bapa menaruh kasih kepadanya.  'Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia'. Bapa pun tinggal bersama dengan orang-orang yang mengasihiNya, karena sesuai dengan penegasan Yesus tadi, bahwa 'firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku'. Maka benarlah yang dinyatakan Paulus dalam suratnya,  memang 'aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku' (Gal 2: 20). Seseorang yang mengasihi Tuhan dan melaksanakan  perintah-perintahNya akan mengalami kehadiran Tuhan sendiri dalam hidupnya. Allah hidup dan menguasai seluruhnya. Allah menggerakan hidup orang itu.

'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu'. Penegasan Yesus ini memberi jaminan bahwasannya kasih karunia akan selalu dinikmati oleh setiap orang yang membiarkan diri dibimbing oleh Roh Yesus, yakni Roh KudusNya.  Roh Kudus akan selalu mendampingi dan menyertai umatNya. Sebab memang semua penyataan Yesus, yang pada waktu terikat kodratNya sebagai Anak Manusia, tidaklah terikat oleh ruang dan waktu. Sabda dan kehendakNya adalah perkataan hidup yang kekal (Yoh 6: 68).

Kiranya kesadaran akan Roh Kudus hendaknya semakin hari semakin menguat dalam hidup kita ini. Terbiasanya kita berkata-kata dalam Roh KudusNya akan membuat kita merasakan bahwa segala yang baik dan benar itu adalah adalah pemberian dari atas diturunkan dari Bapa segala terang (Yak 1: 17), dan tidaklah demikian seperti orang-orang Ikonium (Kis 14).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami melaksanakan perintah-perintahMu, walau terkadang sulit kami mengerti dan di luar kemampuan nalar kami. Namun kami percaya sabdaMu akan membuat hidup kami kekal adanya, sebab sabdaMu adalah perkataan hidup kekal.

Yesus, tinggallah dalam diri kami. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio :

'Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia'.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening