Senin dalam Pekan Paskah VI

26 Mei 2014

Kis 16: 11-15  +  Mzm 149  +  Yoh 15:26 – 16:4

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.  Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

 

 

Meditatio :

'Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku'. Roh Kudus akan bersaksi tentang Anak Manusia, karena memang Dia adalah Roh Kristus sendiri yang diutus Bapa untuk mendampingi umatNya.  Dia akan berkata-kata tentang Dia yang telah diutus Bapa untuk menyelamatkan umat manusia.  'Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku', pinta Yesus. Para murid diminta menjadi saksi-saksiNya juga, karena merekalah yang selalu berkumpul dengan sang Guru. Mereka selalu berkumpul dan berbincang-bincang, bahkan Yesus sendiri selalu menegaskan kepada mereka bahwa Dia selalu ada dalam diri mereka.  

'Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku'. Mengapa bisa demikian? Bukankah mereka akan mewartakan kabar keselamatan?  'Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah', tegas Yesus. Siap bersaksi tentang Yesus ternyata mempunyai resiko yang amat hebat, dan bahkan mungkin membuat banyak orang was-was dan takut. Mewartakan keselamatan ilahi tetapi resikonya amat tinggi, yakni kehilangan nyawa. 'Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku'. Pengenalan akan Tuhan sangat mempengaruhi kebersamaan hidup seseorang dengan sesamanya. Ketidakmauan seseorang mengenal Allah malahan sangat mengganggu seseorang dalam berelasi dengan sesama; dia yang malahan menjadi onak bagi sesama.  'Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu'. Yesus berkata demikian agar tidak seorang dari para muridNya yang menyesal di kemudian hari. Namun setelah Yesus berkata-kata demikian, tidak ada seorang dari para muridNya yang mengundurkan diri,  atau bersungut-sungut:  perkataanMu keras, siapa dapat mendengarkannya (Yoh 6: 60). Sepertinya mereka semua sudah mengenal Yesus sang Mesias dan mereka siap menerima resiko dalam memanggul salib kehidupan mereka.

Kesaksian Roh Kudus tidak mendapatkan perlawanan terhadapNya. Tetapi tidaklah demikian dengan kesaksian para murid dan kita semua. Mengapa tidak ada yang berani melawan Roh Kudus, seperti perlawanan terhadap para murid? Apakah mereka tahu bahwa melawan Tuhan berarti melawan kehidupan mereka sendiri?  Namun sebaliknya, ada banyak orang mengatasnamakan kebenaran, bahkan mengatasnamakan Allah dengan seenaknya membinasakan sesamanya, seperti dikatakan tadi bahwa 'akan ada  orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah'. Rasio kita hanya bisa berkata mengapa Tuhan juga membiarkan peristiwa-peristiwa itu terjadi.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar selalu mempunyai sikap hati dan budi yang terbuka dalam menerima tuntunan Roh KudusMu, sehingga kami senantiasa mendapatkan kekuatan dalam menghadapi tantangan di waktu bersaksi tentang Engkau.

Santo Filipus Neri, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah'.



 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening