Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

27 Juni 2014

Ul 7: 6-11  +  1Yoh 4: 7-16  +  Mat 11: 25-30

 

 

 

Lectio :

Suatu hari berdoalah Yesus kepada Bapa di surga:  'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.

 

 

 

Meditatio :

'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'.  Doa Yesus kepada Bapa di surga. Yesus menyatakan bahwa Bapa mempunyai pilihan terhadap umatNya, yakni mereka yang kecil. Bapa mempunyai pilihan terhadap umatNya, karena memang Dia ingin semua orang beroleh selamat. Hanya orang-orang yang mengandalkan kehendakNy,a yang akan bisa menikmati keselamatan, dan bukannya mereka yang mengandalkan kekuatan dan keampunan diri, yakni kebijakan insani dan akal budi. Keselamatan adalah kehendak Tuhan dan bukannya berdasarkan kekuatan dan kemauan manusia. Keselamatan hanya ada dalam Allah. Orang bijak dan pandai adakah sebutan untuk mereka yang mengutamakan kemampuan diri. Mereka tentunya tidak mendapatkan keselamatan, karena kehendak Tuhan dinomerduakan; dan seperti yang dikatakan dalam Injil kemarin: mereka itu mampu mengadakan aneka mukjizat sembari melakukan kejahatan (Mat 7: 21-29), mereka hanya melakukan segala sesuatu berdasarkan kemampuan diri dan talenta yang mereka miliki, dan tetapi bukannya karena kehendak Tuhan sendiri. Orang-orang kecil dan tak berdaya, yang selalu meminta bantuan daripadaNya, itulah kaum kecil, orang-orang yang berkenan kepadaNya.

'Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya'. Mereka malah diserahkan kepada Kristus Tuhan sang Empunya kehidupan. Penyerahan ini dimaksudkan, agar mereka tinggal dalam Anak, dan Anak tinggal dalam diri mereka, sebagaimana Bapa sendiri ada dalam Anak dan Anak ada dalam Bapa. Penyerahan ini mengkondisikan agar setiap orang mengenal Bapa yang penuh kasih, karena memang selama ini, dalam konteks Perjanjian Lama, tidak ada seorang pun yang mengenal Bapa selain Anak. Namun dalam kasihNya yang mulia, Bapa memperkenankan semua orang, yang berkenan kepadaNya mengenal diriNya, yakni setiap kali mereka mendengarkan dan melihat sang Anak, sebagaimana yang dikatakan Yesus sendri: barangsiapa memandang Dia memandang Bapa di surga.  'Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia'  (1Yoh 4: 15-16).

 'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu', tegas Yesus yang benar-benar hendak menyatakan kehendak Allah. Dia mengundang dan mengundang setiap orang datang kepadaNya. Karena kehendak Bapa, Yesus benar-benar mempunyai hati kepada umatNya. Hati Yesus sungguh-sunguh hati Allah yang memang selalu  mengutamakan keselamatan umatNya. Hati Yesus sungguh-sungguh kudus, karena memang Dia adalah Allah. Hati Yesus mahakudus karena mengatasi segala ciptaanNya. Dan lebih dari itu, Yesus menghendaki agar semua orang yang berkenan kepada Bapa, dan yang telah diserahkan oleh Bapa kepada diriNya, menjadi kudus sepertinya diriNya sendiri. Penyataan Yesus hendak merealisir kehendak Allah dari semula, sebagaimana pernah dikatakan kepada bangsa Israel: 'engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.  Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu,  tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu'  (Ul 7: 6-8). Yesus meminta semua orang berani mengikuti diriNya, dan belajar daripadaNya. Yesus berkata demikian, karena memang semua orang bisa dan mampu bersikap dan bertindak seperti diriNya. Itulah yang disampaikanNya kepada para muridNya, kepada kita semua.    'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.

Ajakan belajar daripadaNya mengandaikan sebuah permintaan agar apa yan diterima daripadaNya dikonkritkan dalam hidup sehari hari. 'Saudara-saudariku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.  Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita' (1Yoh 4: 5-6). Ajakan Yohanes Rasul ini mengingatkan kita semua agar kita berani mengkonkritkan sikap Allah sendiri, yang dinyatakan Yesus kepada kita, yakni Allah yang adalah kasih dan selalu mengasihi dan memperhatikan umatNya.

 

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kuduskanlah hati dan budi kami, sucikanlah jiwa raga kami, agar kami kedapatan menikmati keselamatan bersamaMu selalu. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu'.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening