Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

24 Juni 2014

Yes 49: 1-6  +  Kis 13: 22-26  +  Luk 1: 57-66.80

 

 

 

Lectio :

Ketika genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki; dan ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,  tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."  Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya.  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.  Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

 

 

Meditatio :

Ketika genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki; dan ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Layak dan pantaslah memang orang-orang sekitar rumah keluarga Zakharia dan Elizabet bergembira dengan kelahiran sang bayi, buah hati dari pasutri  yang sudah berusia ini. Mereka semua tahu bahwa Elizabet berbadan dua,  karena kasih karunia Allah yang diterima oleh keluarga. Kelahiran sang buah hati menjadi buah bibir banyak orang, sebagaimana dikatakan malaikat sendiri bahwa 'banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu' (Luk : 14). Mereka semua bergembira, karena Allah berperan serta dalam karya yang luhur dan mulia pada keluarga Zakharia dan Elizabet.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Maklumlah dunia patriakal amat berperan, maka nama sang ayah harus dicantumkan dalam anak yang baru lahir.  Tetapi ibunya berkata: 'jangan, ia harus dinamai Yohanes'. Elizabeth berkata demikian tentunya karena Zakharia telah menyampaikan apa yang dikehendaki Allah sendiri, bahwa 'haruslah engkau menamai dia Yohanes' (Luk 1: 13). Dan ketika  mereka memberi isyarat kepada Zakharia  untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu, ia menuliskan kata-kata ini: 'namanya adalah Yohanes'. Rahmat dan berkat diberikan oleh Tuhan sepertinya dimaksudkan agar setiap orang semakin berani taat kepada sang Empunya kehidupan. Elizabet dan Zakharia telah menerima yang indah dn mulia, tetapi mereka tidak lupa bahwa segala yang indah itu hanya berasal dari Tuhan. Pernyataan 'tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian' adalah sebuah tantangan bagi setiap orang beriman untuk selalu berani menomersatukan kehendak Tuhan di atas segala-galanya.

Penyebutan nama Yohanes adalah sebuah sikap mengutamakan kehendak Tuhan Allah, yang menghendaki segala-galanya baik adanya. Penyebutan nama Yohanes yang mendatangkan mukjizat, sebab pada waktu itu nama yang dikehendaki Allah dinyatakan  'seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah'. Allah tak henti-hentinya membuat segala-galanya baik adanya. Mengijinkan Allah ber-intervensi  dalam hidup seseorang, membuat hidup semakin terasa indah baginya dan menjadi berkat bagi sesama.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea; dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata:'menjadi apakah anak ini nanti', sebab tangan Tuhan menyertai dia. Kiranya semua itu dapat dimengerti banyak orang, bila memang mereka pun berani mempelajari dan mematuhi kehendak Tuhan sendiri. Kehendak Tuhan hanya dapat dimengerti bila setiap orang mau bertanya dan mencari tahu dari kehendak Tuhan sendiri, sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci. Pengenalan akan kehendak Tuhan hanya melalui Kitab Suci, dan bukannya yang lain-lain. Pengenalan akan kehendak Tuhan memang amatlah penting, sebab peran sang bayi yang baru lahir itu pun telah dinubuatkan bahwa dia  'akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi' (Yes 49: 6).

Yohanes pribadi memang sadar sungguh akan tugas perutusan yang diembannya, bahwa dia benar-benar hendak menjadi penghantar semua orang untuk menikmati Cahaya bagi segala bangsa, sebagaimana dikatakannya sendiri, bahwa:  'aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak' (Kis 13: 25).  Yohanes sadar sungguh di mana dia harus berdiri dan berada.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kelahiran Yohanes nabiMu sungguh-sungguh menggugah mata banyak orang melihat kehadiranMu dalam sejarah manusia.  Ajarilah kami untuk semakin berani melihat kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup kami, terlebih bila kami menghadapi aneka hal yang sulit untuk kami mengerti.  Amin.

 

 

Contemplatio :

'Menjadi apakah anak ini nanti , sebab tangan Tuhan menyertai dia'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening