Hari Raya Santo Petrus dan Paulus

29 Juni 2014

Kis 12: 1-11  +  2Tim 4: 6-8.17-18  +  Mat  16: 13-19

 

 

 

Lectio :

Suatu hari setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"  Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."  Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

 

 

Meditatio :

'Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?', tanya Yesus kepada para muridNya. Mengapa Yesus bertanya kepada para muridNya? Mengapa Yesus tidak bertanya langsung kepada orang-orang yang selalu mengikuti dan mendengarkan pengajaranNya? Apaka Yesus mulai beranggapan bahwa para murid adalah penyambung lidah dari mereka yang mengukutiNya?  Jawab mereka: 'ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi'. Ada banyak jawaban tentang siapakah Yesus sang Guru dari Nazaret ini. Jawaban berbeda satu dengan lainnya. Apakah mereka merasakan sungguh kehadiran Yesus, sehingga mampu memberikan jawaban seperti itu? Atau sekedar gambaran tentang seorang nabi yang pernah mereka dengar  dan langsung dikenakan pada Yesus? Lumayan juga informasi yang mereka peroleh.

'Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?',  tanya Yesus sendiri kepada mereka. Mengapa Yesus bertanya sendiri kepada mereka?  Apakah jawaban banyak orang melalui para murid kurang akurat? Atau memang salah jawaban mereka?

'Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!', sahut Simon Petrus kepada Yesus. Guru Nazaret ini bukanlah Elia, Yeremia atau pun Yohanes Pembaptis. Dia adalah Mesias, Allah yang menjadi manusia. Sebuah jawaban yang keluar dari kejujuran hati seorang Petrus. 'Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga', tegas Yesus membenarkan Simon Petrus. Yesus tahu, bahwa bukan semata-mata kemampuan Petrus untuk berkata-kata demikian, melainkan Allah sendiri berkarya dalam diri sang muridNya ini. Allah menyatakan diri melalui seoerang umatNya.

'Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Besar kali kuasa yang diterima Petrus dari sang Guru. Pertama, Simon Petrus menjadi batu dasar berdirinya sebuah komunitas orang-orang yang percaya kepada Allah. Sebuah komunitas milik Allah, yang tentunya tidak ada kuasa yang mampu mengatasinya, karena Allah sendiri ada di dalamnya. Kuasa kematian pun tak mampu merobohkannya.  Kedua, Petrus mendapatkan kuasa yang sungguh-sungguh agung dan mulia. Dia mendapatkan kunci Kerajaan Surga:  apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Kebijakan Petrus sungguh menentukan bagi seseorang untuk menikmati sukacita di surga, walau sekali lagi hanya kehendak Allah yang memastikan seseorang boleh menikmati Kerajaan Surga, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri:  'bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga'  (Mat 7: 21). Petrus bersama para penggantinya mendapatkan kuasa penggembalaan dalam menghantar umat menikmati keselamatan Allah.

 

 

Collatio:

Hari ini Gereja bersama-sama merayakan hari raya santo Petrus dan Paulus. Peranan Petrus dalam hirarki Gereja, yang memang diserahi untuk menggembalakan umat yang telah dipercayakan sang Guru, memang tak dapat disangkal besarnya. Demikian juga karya Paulus, seorang yang amat kharismatik, benar-benar tak dapat disangkal perannya dalam karya pewartaan kabar sukacita. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius (4: 6-8), Paulus menuliskan: 'mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya'; semuanya ini menunjukkan betapa besar perannya dalam pengembangan Gereja umat Allah. Segala kemampuan yang dimiliki, segala kharisma yang dilimpahkan Tuhan kepadanya, tidak menjauhkan dia dari kuasa penggembalaan Petrus, yang memang telah diterimanya sendiri dari sang Guru. Paulus amat yakin: segala sesuatu yang dianugerahkan Tuhan kepada umatNya adalah untuk perkembangaan hidup Gereja, di mana Petrus sendiri menjadi wadas yang kokoh. Segala sesuatu dilimpahkan oleh Roh yang satu dan sama demi kepentingan GerejaNya yang kudus (1Kor 12). Petrus yang menyatukan seluruh Gereja Allah yang kudus; dan Yesus mendirikan  GerejaNya hanya di atas wadas Petrus, dan bukan di tempat lainnya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, buatlah kami untuk berani menikmati segala anugerahMu, dan siap membagikannya kepada sesama kami, karena memang Engkau telah menyatukan kami dalam GerejaMu yang kudus dalam penggembalaan santo Petrus

Santo Petrus dan Paulus, doakanlah kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Aku pun berkata kepadamu: engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening