Hari Raya Tritunggal Mahakudus

15 Juni 2014

Kel 34: 4-9  +  2Kor 13: 11-13  +  Yoh 3: 16-18

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'.

 

 

 

Meditatio:

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.  Hanya karena kasihNya, Allah mengutus AnakNya yang tunggal menjadi manusia sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Dia mengutus AnakNya yang tunggal adalah sebuah istilah yang dipakai Allah untuk menghadirkan diri sendiri di tengah-tengah umatNya. Dia Ada, Dia datang secara  kasad mata dan mau mengikatkan diri dalam aliran ruang dan waktu. Dia menghadirkan diri dan melimpahkan berkatNya, yakni  hidup yang kekal  bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Mereka tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Hidup bersama dengan Dia yang adalah Allah. Mereka tidak akan mengalami kematian selama-lamanya.

Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya?  'Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'. Allah menghukum umatNya, karena tidak percaya kepadaNya?  Di mana arti kebebasan yang berakal budi yang memang dianugerahkan Allah sendiri semenjak semula? Allah tidak menghukum umatNya. Lalu? Allah itu adalah 'Terang, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya'  (Yoh 1: 9-10). 'Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu' (Yoh 3: 19-20). Pilihan hidup hanya ada dua, terang dan gelap, baik dan jahat, dua istilah yang membedakan satu satu sama lain. Percaya kepada Tuhan Allah berarti hidup dalam terang, sebaliknya melawan Allah tinggal dalam kegelapan dan melakukan aneka kejahatan, yang tentunya dengan melakukan kejahatan dan melawan Allah berarti secara sengaja tidak mau menikmati keselamatan yang dibawa Allah.  'Sebab memang Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya'.

Allah mengutus AnakNya yang tunggal, dan sebaliknya Yesus, Anak Allah ini mengajari kita untuk memanggil Dia yang mengutusNya sebagai Bapa,bahkan Dia menegaskan Aku ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Aku. Akupun, tegas Yesus, hanya melakukan yang menjadi kehendak Bapa yang mengutus Aku. Lebih dari itu Yesus pun mengutus Roh Kudus yang berasal dari Bapa dan Putera itu untuk terus menyertai semua orang yang percaya kepadaNya; bahkan dalam karya pelayanan Yesus menghendaki semua orang yang percaya kepadaNya dibaptis, bukan dalam namaNya, melainkan dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Sebab memang Allah kita adalah Tritunggal yang mahakudus.

Yesus pun mendoakan kita satu sama 'Kita adalah Satu', dan itupun bukan hanya dalam kata tetapi dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana dikatakan Allah sendiri melalui Paulus dalam suratnya, yang mengatakan: 'saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian' (2Kor 13: 11.13).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat dan kasihMu pada kami, sehingga kami beroleh keselamatan dan hidup kekal bersama Engkau untuk selama lamanya. Terangilah kami dengan Roh KudusMu agar kami semakin mengenal Engkau, dan kami mampu mewujudkan kesatuan yan kudus sebagaimana Engkau bersama Bapa di surga. Amin

 

 

Contemplatio :

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening