Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

22 Juni 2014


Ul 8: 2-3  +  1Kor 10: 16-17  +  Yoh 6: 51-58

 


 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepadaa orang-orang yang mendengarkanNya: 'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'.  Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya'.

 

 

Meditatio :

'Bagaimana Ia ini dapat memberikan dagingNya kepada kita untuk dimakan',  komentar orang-orang Israel terhadap penyataan Yesus, yang ditujukan kepada mereka, dan tentunya kepada kita semua, yang merindukan keselamatan.   'Jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu; sebaliknya barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman'.  Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman. Sebuah penyataan yang amat keras dan sekaligus menantang banyak orang. Sebuah penyataan yang memang amatlah sulit dimengerti, terlebih oleh mereka yang sangat awam dalam hidup rohani, yakni mereka yang begitu mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam perjuangan hidup ini, sebab bagaimana mungkin semuanya itu bisa terjadi. Bukankah Dia ini Orang Nazaret, Anak tukang kayu, ibuNya bernama Maria, dan saudara-saudariNya ada di antara kita?

'DagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman', tegas Yesus, dan  'barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'. Anugerah ini sungguh luar biasa! Betapa tidak, kita diijinkan tinggal dalam Dia dan Dia ada dalam kita. Keberanian kita menikmati tubuh dan darahNya adalah sebuah sikap terbukanya jiwa raga seseorang untuk menerima kehadiran Kristus Tuhan secara nyata.

Konkritnya bagaimana dengan makan daging dan minum darahNya?  'Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia'. Menerima komuni kudus adalah menerima Tubuh dan Darah Kristus sendiri.  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: 'ambillah, inilah tubuh-Ku'.  Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.  Dan Ia berkata kepada mereka: 'inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang'  (Mrk 14: 22-24).

Sungguh layak dan pantaslah, bila dalam perayaan Ekaristi yang mendatangkan rahmat itu, kita sungguh-sungguh terlibat aktif di dalamnya. Sebab memang kita mengikuti perjamuan makan bersama, di mana Kristus Tuhan ada di situ dan menyatakan kasihNya; dan di saat Ekaristi, kita memperbaharui diri sebagai tubuhNya yang satu dan kudus. Kiranya penegasan Allah ini terungkap kembali dalam pengalaman Saulus, ketika dia mengejar orang-orang pengikuti Kristus, dinyatakan bahwa dia mengejar dan menganiaya Kristus sendiri. GerejaNya yang satu dan kudus adalah Tubuh sang Empunya kehidupan ini. Segala yang kalian lakukan terhadap umatKu berarti kalian juga terhadapKu (bdk. Kis 9). Berkat komuni kudus, Tubuh dan darahNya kita menjadi satu dengan Kristus dan dengan sesama. Itulah yang disadari sungguh oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus: 'bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?  Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu'  (1Kor 10: 16-17).

Ekaristi adalah sebuah perayaan yang penuh, dan merupakan jalan yang paling singkat menuju surga, sebagaimana dikatakan santo Pius X, karena memang kehadiranNya yang amat sempurna itu. Kita nikmati secara nyata dan dapat kita rasakan kehadiranNya secara inderawi. Kita dapat mendengarkan sabdaNya, kita dapat melihatNya dan bahkan kita dapat menyantapNya dengan penuh sukacita. Keseringan kita untuk terus menerus menerima komuni kudus berarti kita membiarkan diri diubah olehNya. Tubuh kita yang fana ini kita biarkan diubah menjadi tubuhNya yng kekal. Bila memang kita membiarkan Yang kekal itu tinggal dalam diri kita, maka  berarti kita mengkondisikan diri menikmati hidup kekal dan membuat kita menjadi kekal adanya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur dapat bersatu dengan Engkau dalam Ekaristi Kudus, Engkau, yang hadir dan telah menyatu dengan kami ini, kiranya menjadikan kami sebagai saluran berkat dan sukacita bagi sesama yang kami temui dalam hidup kami.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening