Jumat dalam Pekan Biasa X


13 Juni 2014

1Raj 19: 9-16  +  Mzm 27  +  Mat 5: 27-32

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus: 'kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.  Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'.

 

 

 

Meditatio:

'Kamu telah mendengar firman: jangan berzinah, tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya', tegas Yesus kepada para muridNya. Jangankan berzinah, pikiran kotor pun sudah disebutkan sebuah dosa. Bukan saja membunuh, marah pun adalah  sebuah dosa yang harus dihindari. Sekecil apapun sebuah dosa haruslah dihindari dan tidak dilakukan.  'Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, atau jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka'. Sebuah sikap yang radikal yang memang dituntut agar seseorang tidak jatuh dalam dosa berat. Setiap orang harus berani berpantang diri dan berpuasa daripada jatuh dalam dosa yang begitu berat dan membawa kepada kebinasaan. Hendaklah kita tidak mudah marah, ataupun berpikiran kotor.

'Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya', tegas Yesus, 'tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. Kehendak Yesus dimengerti Matius masih mengijinkan perceraian, bila si perempuan kedapatan berzinah; kalau si laki-laki berzinah apakah dibiarkan saja? Dunia patriakal amat mempengaruhi penulisan Injil di jaman ini. Namun tak dapat disangkal, Injil hari ini juga menjaga nilai-nilai perkawinan dengan menegaskan bahwa siapa saja yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Injil hari ini mengajak para murid, kita semua, untuk bersikap radikal terhadap diri sendiri, berani menyangkal diri dan memanggul salib bagi dirinya sendiri, dan bukannya mengenakannya kepada orang lain. Setiap orang diajak untuk menjauhkan diri dari benih-benih dosa, yang memang bila dibiarkan akan menjerumuskannya kepada kebinasaan;  dan bila mulai tumbuh, tak segan-segan untuk mencabut dan mematikannya. Inilah perjuangan hidup. Inilah memanggul salib. Perjuangan hidup tidaklah diartikan ketika seseorang menghadapi gelombang kehidupan yang begitu menderu dan menerpa dengan kerasnya. Mematikan benih-benih dosa adalah sebuah perjuangan hidup yang memang mulai dilatih dan dibiasakan bagi setiap orang. Inilah sebuah pengalaman hidup dalam menguduskan diri, sebab tak jarang kehadiran Allah memang tidak ditemukan dalam pelbagai kegiatan yang monumental, melainkan dalam peristiwa kecil dan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana dialami oleh Elia yang menemukan kehadiran Tuhan dalam serpian angin sepoi-sepoi basa, dan bukannya dalam api dan angin badai (1Raj 19).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, jauhkanlah kami dari segala kemarahan ataupun pikiran-pikiran negatif yang akan menjatuhkan kami ke dalam dosa dan menjauh daripadaMu. Ajarilah kami, agar semakin mengerti makna dari sebuah ketaatan dalam kehidupan kami.

Santo Antonius, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, atau jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening