Jumat dalam Pekan Biasa XI

20 Juni 2014

2Raj 1: 1-20  +  Mzm   +  Mat 6: 19-23

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.  Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;  jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu'.

 

 

 

Meditatio:

'Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya', tegas Yesus. Sebab semuanya adalah duniawi dan fana. 'Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya'. Di surga semuanya akan aman dan selamat, tidak ada kerusakan dan kehancuran. Maka baiklah, segala sesuatu kita simpan dalam surga.  'Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada'. Hancurlah hati kita, bila harta yang kita simpan di dunia ini hilang dan berantakkan, tetapi senanglah hati kita, bila harta itu tersimpan dalam surga mulia.

Harta yang mana dapat kita di surga? Apakah sama dengan yang kita simpan di dunia? Bahasa yang digunakan Yesus memang adalah bahasa kiasan, di mana tentu berbeda sungguh  harta yang kita simpan di surga dengan yang di dunia ini. Apakah kita dilarang mempunyai harta di dunia? Sepertinya tidak dilarang, hanya saja hendaknya kita mempunyai juga harta yang kita simpan di surga. Harta apa yang kita simpan di surga? Doa dan pujianlah yang dapat kita lambungkan ke surga? Apa hanya itu? Lepas dari apa yang dapat kita simpan di surga, minimal hati kita akan selalu terarah ke surga, karena kita telah menyimpan keindahan jiwa diri kita di sana. Betapa bahagianya kalau memang hati dan budi kita terarah selalu ke surga, bukankah surga itu adalah tempat takhta Allah sendiri berada (Mat 5: 34)? Betapa bahagianya kalau kita, yang sudah menabung harta di surga, kelak juga diijinkan tinggal bersamaNya dalam surga mulia?

'Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;  jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu'. Yang menajiskan manusia adalah segala yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri, dan bukannya yang berasal dari luar (Mat 15). Tapi tak jarang, matalah yang ikut serta membuka diri seseorang terhadap dunia. Sejauh mata kita dengan bening melihat segala sesuatu dengan indahnya, maka semuanya itu juga akan dapat kita nikmati dengan penuh syukur. 'Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka' (Mat 5: 29). Sebenarnya mata hanya mampu membuka diri terhadap dunia, mata membuat seseorang semakin mengenal dunia, tetapi bila kecenderungan insani seperti segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan (Mrk 7: 21-22) datang dan menguasainya,  maka akan mengaburkan mata dan menenggelamkan jiwa.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami untuk selalu mampu dan berani mengarahkan hati dan budi hanya kepadaMu, sebab hanya padaMulah ada kehidupan dan keselamatan, hanya padaMu hidup kami semakin terasa nyaman dan menyenangkan. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada'.  

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening