Peringatan santo Barnabas


11 Juni 2014

Kis 11: 21-26  +  Mzm 98  +  Mat 10: 7-13

 

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'.

 

 

 

Meditatio:

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Inilah permintaan Yesus kepada keduabelas murid yang baru ditunjukNya. Mereka dipilih untuk melayani.  'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan'.  Kehadiran Kerajaan Surga adalah kehadiran yang memberikan sukacita dan pembebasan. Orang-orang yang sakit adalah orang orang yang dirundung malang dan dukacita, tidak ada kebebasan dalam diri mereka; tentunya juga mereka yang berada dalam kuasa kegelapan dan maut. 'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma', tegas Yesus. Kapan mereka memperolehnya? Dan bukankah setelah tugas perutusan ini, para murid masih terus bersama-sama dengan sang Guru? Mengapa tugas perutusan ini tidak disampaikan kelak pada waktu kenaikanNya ke surga? Bagaimana pula kita harus memaknai perintah Yesus ini selagi kita masih berada di sepertiga perjalanan kalender liturgy?  

'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'. Tugas perutusan hendaknya tidak dipersulit dengan aneka perbekalan yang memang dibutuhkan oleh setiap orang. Barangsiapa bekerja patut dia makan (bdk. 2Tes 3: 10). Tuhan Allah akan atur umatNya untuk memperhatikan mereka yang ikut aktif dalam karya pewartaan Injil Allah. Barnabas, yang hari ini kita peringati kekudusannya, menjadi contoh bagi kita bagaimana dia yang memang sudah hidup mapan, malahan mempersembahkan dirinya hanya untuk Kristus yang menarik perhatiannya.  Kisah para Rasul pun menuliskan pengalaman orang kudus ini (Kis 11).  Namun tak dapat disangkal, kebaikan hati setiap orang tidak secara otomatis mendapatkan perhatian dan kasih sesamanya.  'Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'. Setiap orang harus berani memberi kebaikan terhadap sesamanya, paling sedikit lemparan senyum dan sapaan damai bagi setiap orang yang ditemuinya; tentunya dengan prinsip cinta kasih yang terus berkumandang di dalamnya: aku mengasihi kamu itu berarti aku memberi, melayani dan memperhatikan kamu, aku menjaga dan melindungi kamu, aku keluar dari diriku sendiri dan berserah diri padamu. Aku untuk kamu. Itulah kasih.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas segala  karunia yang Kau berikan pada kami, kiranya segala kemampuan kami ini selalu dapat menghadirkan sukacita dan damaiMu pada setiap orang yang kami jumpai dalam kehidupan kami.

Santo Barnabas, doakanlah kami.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening