Rabu dalam Pekan Paskah VII

3 Juni 2014


Kis 20: 20-38  +  Mzm 68 +  Yoh 17: 11-19

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus menengadah ke langit dan berkata: 'ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.  Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.  Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.  Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.  Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;  dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.

 

 

 

Meditatio:

'Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita'. Nama yang mana? Nama Yesus, yang artinya Allah menyelamatkan itu?  Dipelihara dalam nama-Mu berarti membiarkan mereka tinggal dalam naungan kasihNya, atau sebuah permohanan agar Allah selalu mendampingi dan menyertai para muridNya. Pendampingan Allah akan membuat mereka bersatu padu, sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus kesatuan antara Bapa dan diriNya, dan untuk selaluu tinggal dalam kasihNya. Sebab hanya dalam kasihNya, setiap orang dapat menjadi saksi-saksi keselamatan sebagaimana dikehendaki Allah sendiri. Sungguh mengagumkan semangat para martir, yang tak tergoncangkan dalam penderitaan. Di mana gerangan Sumber ketabahan, selain bukan dari dan dalam Tuhan. Sebuah petikan lagu para Martir yang mengandalkan hidup dalam bantuan Tuhan, sebab tanpa Tuhan, mereka pun tidak akan mendapatkan mahkota kemartiran.

'Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku'.  Kepergian Yesus menghadap takhta di surga membuat mereka secara insani berpisah dengan diriNya, tetapi tak dapat disangkal Dia akan tetap hadir  selalu dalam RohNya.  'Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci', tambah Yesus. Apakah Yesus tidak mau, atau tidak mampu mengubah status orang yang dimaksudkan itu? Tidak bisakah disempurnakan segala yang telah tersurat dalam Perjanjian Lama?

'Sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka'. sukacita para murid memang mencapai puncaknya yakni ketika mereka ditarik oleh Yesus dari kayu salib, tempat di mana Dia bergantung. Di kayu salibNya itulah Dia menampakkan kemuliaanNya; pada saat itulah semua orang akan tahu siapakah Dia.

'Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia'; dan mereka menerimaNya, dan inilah yang membuat Yesus bangga terhadap para muridNya.  'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat'.   Mereka para murid tidak diambilNya, karena memang Yesus tetap membiarkan mereka menikmati pengalaman insani sebagaimana kodrat ciptaan pemberian sang Empunya kehidupan. Yesus membiarkan para murid tetap di dunia, tetapi tetap 'melindungi mereka dari pada yang jahat'. Maka kiranya, bukanlah pembiaran mereka tinggal di dunia melainkan sebuah perutusan yang dikenakan Allah kepada para murid, kepada orang-orang yang dikasihiNya. Oleh karena itu, Yesus menegaskan: 'sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia'.

'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran', pinta Yesus kepada Bapa. Mereka memang telah menerima firman yang telah disampaikan oleh Yesus sendiri, tetapi kiranya keberanian mereka mendengarkan sabda Tuhan, yang memang menguduskan dan membuat setiap orang semakin mengenalNya, akan membuat mereka merasakan berkatNya. Keinginan Yesus agar mereka selalu mendengarkan sabdaNya, karena memang Allah menghendaki semua orang beroleh selamat, menikmati kekudusan Allah sendiri. Kuduskanlah mereka, sebagaimana 'Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran'.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingi dan kuatkanlah kami, agar di dalam aneka tantangan, terlebih-lebih dalam penderitaan hidup, kami tetap tegar dan bertahan dalam kekudusan serta setia menaati sabdaMu, yang menyelamatkan.  Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat'.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening