Sabtu dalam Pekan Paskah VII

7 Juni 2014


Kis 28: 16-20  +  Mzm 11  +  Yoh 21: 20-25


 

 

 

Lectio :

Suatu hari ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"  Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"  Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."  Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."  Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

 

 

 

Meditatio:

Suatu hari ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, berkatalah dia kepada Yesus: 'Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?'. Mengapa Petrus bertanya demikian kepada Yesus? Apakah pertanyaan Petrus berkatian dengan mandat, yang diberikan Yesus, agar dirinya menggembalakan domba-dombaNya? Mengapa mandat itu tidak diberikan kepada Yohanes, sebagai murid yang lebih dikasihiNya?  Mereka yang dikasihi sepertinya tidak selalu harus berdiri di depan untuk mendapatkan anugerah-anugerahNya. Tak ubahnya, Roh yang satu sama menganugerahkan kepada seorang anugerah yang berbeda dengan lainnya, yang tentunya semuanya saling meneguhkan guna membangun GerejaNya yang kudus.

'Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku', sahut Yesus kepada Petrus, walau disalah-mengerti bahwa murid itu tidak akan mati. Penyataan Yesus semakin menegaskan bahwa dalam mengikuti diriNya, dalam beriman kepada Allah, seseorang bisa hanya berserah dan berserah kepada Tuhan Allah. Segala kebaikan hidup, keuletan sebuah perjuangan, ketekunan doa seorang hamba, tidak dapat memaksakan Yesus melakukan sesuatu sesuai dengan kemauan diri. Kita harus semakin hari semakin percaya kepadaNya, sembari berserah akan segala kehendak Allah yang akan terjadi pada diri kita. Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku, menurut perkataanMu  adalah sebuah sikap hidup yang sungguh-sungguh berkenan kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan.

Beriman kepada Tuhan memang tidk bisa dirumuskan untuk mendapatkan kenyamanan dari Tuhan. Beriman kepada Tuhan adalah mengikuti sabda dan kehendakNya yang menyelamatkan.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, tambahkanlah iman kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Ikutlah Aku'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening