Selasa dalam Pekan Biasa XIII

1 Juli 2014
Am 3: 1-8  +  Mzm 5  +  Mat 8: 23-27



Lectio :

Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."  Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"



Meditatio :

Suatu ketika sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Aneh juga memang mengapa Yesus tertidur dengan nyenyak padahal perahu dalam keadaan tergoncang. Apakah Yesus begitu lelah sehingga Dia tidak merasakan goncangan-goncangan itu?atau ada maksud tertentu?

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."  Teriakan para murid amatlah wajar. Namun tidak mampukah mereka menghadapi gelombang itu, dan membiarkan Yesus tetap tidur dengan pulasnya? Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Apakah teguran Yesus ini dikaitkan dengan permintaanNya, bahwasannya kalau mau mengikuti diriNya ya benar-benar mengikutiNya dan 'biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka'. Mengikuti Yesus berarti berserah diri kepadaNya secara utuh.  Atau memang teriakan para murid ini malahan menunjukkan bahwa memang mereka belum percaya sungguh Siapakah Tuhan yang mereka ikuti ini. Dan lebih-lebih lagi, mungkinkah mereka hancur dan tercerai berai di tengah-tengah danau, walau mereka ada bersama Kristus?

Sebagaimana tersurat dalam Amos, bahwasannya 'Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu' (bab 3), apakah datangnya gelombang dan badai dikarenakan tidak percayanya mereka terhadap sang Guru yang mereka ikuti? Jika mereka benar-benar percaya, apakah gelombang dan badai tetap akan menimpa mereka?

Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.  Orang Nazaret ini memang hebat. Dia penuh kuasa. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?". Segala yang tercipta pasti takut dan taat kepada Dia sang Pencipta, maka sungguh benar Orang yang di depan mereka ini adalah Tuhan sang Pencipta. 



Oratio :

Ya Tuhan Yesus, perbaharuilah iman kepercayaan kami kepadaMu, agar kami semakin berani menghadapi gelombang kehidupan.



Contemplatio :

"Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?".





Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening