Jumat dalam Pekan Biasa XIII

4 Juli 2014

Am 8: 4-12  +  Mzm  +  Mat  9: 9-13

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.  Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.  Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

 

Meditatio :

'Ikutlah Aku', ajak Yesus kepada Matius yang lagi duduk-duduk di rumah cukai.  Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Enak kali panggilan Matius ini. Dia mendengar, dan langsung mengikutiNya, walau dia belum mengenal sebelumnya. Mengapa Matius langsung mengikuti Yesus? Sepertinya Matius meminta kesediaan Yesus untuk singgah sebentar di rumahnya, agar dia bisa berpamitan dengan keluarga dan teman-temannya; dan sepertinya juga Yesus mengamininya.  

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.  Matius benar-benar mengadakan perpisahan dirinya dengan keluarga dan sabahat-sahabatnya. Saya mengerti acara makan bersama ini adalah pesta perpisahan dengan keluarga dan teman-temannya. Apakah pesta itu tidak terjadi beberapa hari kemudian?  Boleh juga dimengerti seperti itu. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: 'mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Inilah inti persoalan yang sebenarnya; bukan soal waktu yang berturutan, melainkan kemauanYesus makan bersama dengan orang-orang berdosa. Seorang Guru yang mengajarkan kebaikan, dan bahkan jalan menuju surga, menyempatkan diri duduk makan bersama kaum-kaum pendosa, yakni mereka yang memang harus dijauhi. Apakah Guru dari Nazaret ini tidak pernah membaca kitab Mazmur, yang mengatakan:  'berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam' (1: 1-2)?

'Yesus mendengarnya dan berkata: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.  Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Penjabarannya sama, tetapi intensi sebuah peristiwa dapat berbeda satu dengan lainnya. Yesus bergaul dengan kaum pendosa, bahkan secara istimewa mengajak Matius, karena memang Dia mengajak mereka semua untuk bertobat dan kembali kepada keselamatan kekal. Bukankah memang Tuhan Allah menghendaki agar semua orang beroleh selamat? Yesus tidak berdiri di jalan orang-orang fasik, dan malah berbuat jahat bersama mereka. Yesus memanggil mereka semua untuk menikmati keselamatan di dalam Allah. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Yesus sungguh-sungguh berbelaskasih, dan tidak hanya mampu memberi, sebab belaskasih berarti memasukkan seseorang dalam naungan kasih Allah dan mengajak orang itu hidup dalam kasih. Memberi tanpa adanya sikap belaskasih adalah tindakan yang memang sudah patut dipuji, tetapi akan sungguh berguna dan menghantar orang menikmati kasih Allah, kalau kita memberinya dalam kasih Allah yang menyelamatkan. Pemberian dengan penuh belaskaih adalah sebuah pemberian yang membuat orang lain semakin berani 'memuji Bapamu yang di surga' (Mat 5: 16). Memberi tanpa belaskasih memang akan membuat mereka bergembira, orang lapar bisa kenyang, orang haus akan segar, tetapi mereka tetap lapar akan sabda Tuhan yang menyelamatkan (Am 8: 11).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus,  mampukanlah kami untuk mengiyakan sabda dan panggilanMu dan melaksanakannya, agar kamipun memperoleh keselamatan kekal bersama Engkau.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Ikutlah Aku'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening