Jumat dalam Pekan Biasa XIV

11 Juli 2014

Hos 14: 2-10  +  Mzm 51  +  Mat  10: 16-23

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus bersabda kepada para muridNya: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'.

 

 

Meditatio :

'Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati', kata Yesus kepada keduabelas muridNya. Mereka memang telah diberi kuasa yang begitu hebat dan luar biasa, tetapi yang dihadapi mereka jauh lebih besar dan menantang. Mereka tak ubahnya seekor domba ke tengah-tengah serigala, dan bukan sebaliknya. Mereka dapat menghadapi semuanya itu, bukan hanya dengan segala kuasa dan berkat yang mereka terima, melainkan  hendaklah mereka cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Mereka akan masuk dalam kawanan serigala, karena sepertinya mereka ini diutus oleh sang Guru, bukan untuk mendapatkan kenyamanan, melainkan aneka perkara dan persoalan hidup. Mereka akan diserahkan kepada majelis agama dan disesah di rumah ibadatnya. Amat berat resiko yang diterima para murid dengan tugas perutusanNya itu. 'Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu', tegas Yesus memberi jaminan. Mereka tidak sendirian. Roh Allah sendiri akan mendampingi mereka. Mereka akan mampu berkata-kata tentang kebenaran, karena Roh Allah yang hidup mendampingi mereka. Semuanya ini malahan sebagai 'suatu kesaksian bagi mereka yang menganiaya dan juga bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'.  Aneka tantangan dan kesulitan, bukannya menjadi kesempatan untuk melarikan diri, malahan kesempatan untuk memperkenalkan Dia yang mengutus mereka. Walau tak dapat disangkal,  'kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku'.  Oleh siapa? Oleh mereka yang tidak menerima pewartaan para murid; bukankah mereka pun sudah pernah diingatkan agar tak segan-segan mengebaskan debu kaki mereka sebagai tanda peringatan atas ketidak mauan orang-orang yang menerima pewartaan Kerajaan Surga? Tak dapat disangkal memang, pengenalan akan Allah memisahkan satu orang dengan lainnya; dalam arti, mereka yang akan terbagi menjadi anak-anak terang dan anak-anak  kegelapan, istilah Yohanes Rasul, yang memang pasti akan bertentangan satu dengan lainnya. 'Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka', sungguh-sungguh terjadi.

'Barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.  Inilah janji Yesus yang memberikan keselamatan bagi setiap orang yang setia kepadaNya.  'Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ' (Hos 14: 10). Kiranya seruan melalui nabi Hosea agar kita tetap setia pada jalan pilihan hidup kita sekarang ini.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau sendiri yang senantiasa mendampingi dan menguatkan kami. Semoga kami semakin teguh dalam iman dan setia dalam menghadapi pelbagai tantangan dan persoalan hidup kami.

Santo Benediktus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Oleh karena namaKu kamu akan dibenci banyak orang, tetapi siapa yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening