Jumat dalam Pekan Biasa XVII

1 Agustus 2014

Yer 26: 1-9  +  Mzm 69  +  Mat 13: 54-58

 

 

 

Lectio :

Setiba di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?  Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?  Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."  Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

 

 

 

Meditatio :

Setiba di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Banyak orang kagum kepada  Yesus, teman sekampung mereka. Dia sungguh hebat dan luar biasa. Takjublah mereka dan berkata: 'dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?'. Ternyata di antrara kita ini ada Orang hebat. Namun, 'bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?  Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?'. Mereka semua kagum, tetapi mereka tidak bisa menjawab pertanyaan kritis mereka. Mereka malahan tidak bisa menerima Sesamanya yang lebih hebat dan unggul dari mereka. Bagaimana mungkin Dia yang ada di antara kita dapat melakukan semuanya itu?  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.  Tidak mampukah orang-orang Nazaret ini melihat adanya prakarsa dari atas? Tidak mampukah mereka ini melihat dan merasakan bahwa seseorang dapat berhasil bila dia belajar dengan baik? Apakah mereka semua ini tidak pernah membaca Kitab Suci? Orang-orang Nazaret seperti tidak pernah mempelajari bahwa segala yang terjadi dahulu sebagaimana diceritakan dalam Kitab Suci juga bisa terjadi sekarang ini. Apakah mereka beranggapan bahwa Allah dalam Perjanjian Lama itu berbeda dengan Allah Perjanjian Baru? Apakah juga berbeda dengan Allah dunia modern sekarang ini?

'Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya'. Sebuah pengakuan diberikan Yesus terhadap orang-orang sekampungNya, dan Yesus tidak memaksakan diri. Yesus pun tidak mengancam sebagaimana dikatakan nabi Yeremia bahwa Nazaret nanti akan seperti kota Silo (Yer 26). Apakah sikap dan tindakan kenabian Yesus sengaja diperhalus terhadap orang-orang Nazaret, karena banyak mereka masih mempunyai hubungan persaudaraan?  'Karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ'. Apakah Yesus pada waktu itu sempat bilang koq repot-repot,  sambil pergi meninggalkan kampungNya? Rugi juga sebenarnya tidak ada mukjizat yang dikerjakan Yesus di situ, sebab mereka tidak bisa menikmati yang indah dan mulia dari sang Empunya kehidupan ini.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, jauhkanlah kami dari sikap gampang menghakimi terhadap sesama dari aneka hal yang tampak lahiriahnya, tetapi mampukan kami untuk melihat karya dan campur tanganMu dalam setiap peristiwa yang terjadi di sekeliling dan dalam hidup kami.

Santo Alfonsus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Bukankah Ia ini anak tukang kayu?'

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening