Kamis dalam Pekan Biasa XVI

24 Juli 2014

Yer 2: 1-13  +  Mzm 36  +  Mat 13: 10-17

 

 

Lectio :

Pada waktu itu datanglah murid-murid Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.  Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.  Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya".

 

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu datanglah murid-murid Yesus dan bertanya kepada-Nya: 'mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?'. Entah bagaimana nada pertanyaan mereka. Apakah sebuah pertanyaan karena memang ingin tahu atau sekedar protes. Mendengar pertanyaan mereka, Yesus menjawab: 'kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak'. Perumpamaan dinyatakan malahan untuk mempermudah para murid mengerti sabda dan kehendak Allah, tidaklah dengan mereka yang memang tidak mau tahu dengan kehendak Allah, yang mengandalkan kekuatan insani semata.  'Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya',  tegas Yesus. Kemauan seseorang untuk mendengarkan sabda Tuhan akan membuat dirinya hidup berkelimpahan dalam mengenal Allah.  'Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti'. Mereka yang cerdik dan pandai memang memandang rendah pemakaian Bahasa pergaulan dengan aneka perumpamaan, tetapi tak dapat disangkal mereka tidak mengerti akan sesamanya, mereka hanya mengerti sebatas pemikiran dan gambaran diri sendiri.  

'Genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi', tambah Yesus kepada para murid, 'kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.  Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka'. Kedegilan orang-orang pandai dan bijak memang mempertebal ketidaktahuan mereka akan Allah. Mereka itu tidak ubahnya benih yang jatuh di tanah pinggir  jalan. Hari itu tertaburkan, hari itu juga hilang, karena memang mereka itu tidak mempunyai hati terhadap Tuhan Allah dan kebenaranNya.  'Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.  Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Yesus mengingatkan kepada para murid akan karunia indah yang banyak mereka terima, yang memang telah banyak dirindukan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak mendapatkannya. Keberanian para murid mendengarkan sabda dan kehendak Allah yang dinyatakan oleh Yesus mengingatkan kepada para murid akan karunia indah yang banyak mereka terima, yang memang telah banyak dirindukan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak mendapatkannya. Keberanian para murid mendengarkan sabda dan kehendak Allah yang dinyatakan oleh Allah sendiri yang menjadi manusia sungguh-sungguh mendatangkan keselamatan.

Kiranya Injil hari ini mengajak kita untuk semakin berani menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih. Perjalanan panjang dan mungkin pahit kiranya menjadi ingatan kita bersama untuk tidak jatuh dalam pengalaman yang sama. Kiranya pengalaman Israel juga sebagaimana diceritakan dalam kitab Yeremia (bab 2) menjadi pemahaman kita bahwa Allah semenjak semula ingin semuanya berjalan baik sesuai dengan kehendakNya, yang memang semata-mata hanya demi kebahagian dan sukacita umatNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas semua karunia indah yang Kau berikan kepada kami, kiranya kami semakin hari semakin berani datang kepadaMu untuk mendengarkan, memahami  dan melaksanakan sabdaMu dengan mengasihi sesama. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar'

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening