Kamis dalam Pekan Biasa XVII, 31 Juli 2014

Yer 18: 1-6  +  Mzm 146  +  Mat 13: 47-53

 

 



Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.  Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.  Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."  Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 

 

Meditatio :

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.  Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang', tegas Yesus kepada para muridNya. Terjadi pemisahan antara ikan yang baik dan yang tidak baik.  'Demikianlah juga pada akhir zaman: malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Pemisahan antara orang baik dan jahat memang sungguh terjadi di akhir jaman. Mengapa terjadi? Karena sebuah kemauan egois dari umatNya. Sebab tidaklah demkian dengan kehendak Allah yang ingin semua manusia beroleh selamat. Allah menghendaki semua orang selamat, dan tidak satu pun binasa. Keselamatan itu ternyata tidak menjadi pilihan dari beberapa orang. Mereka lebih mencari kesenangan inderawi belaka, dan mengabaikan keselamatan. Kecenderungan mereka ini membuat mereka tak ubahnya ikan yang tidak baik yang terpaksa dibuang.  Tentunya kita ingat perupamaan tentang kawanan domba yang dipisahkan dari kawanan kambing mengingat keberanian banyak orang yang menaruh perhatian kepada yang lemah dan miskin (Mat 25).

Perumpamaan ini ternyata amat 'kami mengerti', seru para murid ketika ditanya sang Guru.

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'. Perbendaharaan lama dan baru terpaksa dikeluarkan karena memang sebenarnya mereka itu sudah tahu banyak tentang pengalaman akan Allah. Mereka adalah orang-orang yang mempelajari Perjanjian Lama, yang kaya pengalaman akan Allah. Keberanian mereka mendengarkan sabda dan pengajaran sang Guru dari Nazaret berarti menambah perbekalan mereka untuk hidup lebih baik, yang memang tentunya mereka sendiri harus berani diperbaharui oleh pengajaran Yesus, yang adalah kebangkitan dan hidup (Yoh 11).  Kehadiran Yesus di tengah-tengah umatNya tak ubahnya tukang periuk yang selalu memperbaiki periuk yang rusak (Yer 18), karena dia ingin selalu ciptaannya itu baik adanya. Perjanjian Lama masih meraba-raba siapakah yang menjadi penebus umat manusia, sedangkan Yesus memberi kepastian yang memberi jaminan bahwa Dialah Kebangkitan dan Hidup.

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau tidak menghendaki satupun dari kami celaka, teguhkanlah kami, agar semakin berani mendengarkan sabda dan pengajaranMu untuk hidup semakin baik menurut kehendakMu, karena Engkaulah Kebangkitan dan Hidup bagi kami. 

Santo Ignatius, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening