Minggu dalam Pekan Biasa XVI

20 Juli 2014

Keb 12: 13-19  +  Rom 8: 26-27  +  Mat  13: 24-30

 

 

Lectio :

Pada waktu itu Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.  Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.  Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.  Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?  Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

 

 

Meditatio :

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya'. Tuhan Allah memang selalu menaburkan segala yang baik dalam diri umatNya. Sebagai ciptaan yang paling disayangiNy, maka Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi umatNya.  'Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi'. Inilah kejahatan yang tumbuh dalam diri manusia, yang memang ditaburkan oleh kuasa kegelapan, yang menghendaki kebinasaan ciptaan.   Sengat maut adalah dosa (1Kor 15: 56).  'Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu'.   Inilah kenyataan hidup. Ada yang baik ada yang jahat; ada gelap ada terang; ada minus ada plus dalam hidup kita manusia. 'Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?  Jawab tuan itu: seorang musuh yang melakukannya'. Dua tuan berkuasa yang berlawanan satu dengan lainnya. Ada keingian roh ada keinginan daging dalam realitas hidup ini.  'Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?'. Inilah maksud baik setiap orang, yang seringkali ditawarkan oleh seorang anak manusia kepada Tuhan.  'Tetapi ia berkata: jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai'. Inilah kehendak Allah yang memang telah menciptakan segala-galanya baik adanya. Tuhan tidak memaksakan kehendakNya kepada umat yang dikasihiNya. Bukankah manusia adalah serorang ciptaan yang sesuai dengan gambarNya (Kej 1)? Tuhan tidak akan mencabut kehendak baik semenjak semula.

Tuhan Allah bukanlah sang Pencipta yang otoriter. Dia pun berkuasa dan mampu membuat segala sesuatu sesuai dengan kehendakNya, tetapi Dia tidak egois. 'Kecuali Engkau, tidak ada Allah yang memelihara segala-galanya, sehingga Engkau harus membuktikan, bahwa Engkau menghukum dengan adil' (Keb 12: 13-19). Malahan, 'asas keadilan-Mu ialah kekuatan-Mu, dan karena memerintah semuanya maka Engkau menyayangkan segala-galanya; dan kekuatan itu hanya Kauperlihatkan pabila orang tak percaya akan kepenuhan kekuasaan-Mu'. Inilah sikap Allah yang berkuasa. Dia sangat menghormati segala kehendak dan kebebasan berdasar akal budi yang dimiliki umatNya dari semula, yang memang dianugerahkan kepada kita semua.

'Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'. Inilah realitas akhir jaman yang memang harus dipisahkan satu dengan lainnya. Ilalang dipisahkan dari gandum, kawanan kambing dari kawanan domba (Mat 25).

Namun kasih Tuhan sungguh tidak terbatas. Kasih Tuhan itu mengastasi segala-galanya. Sebab memang Allah adalah kasih (1Yoh 3). Kembali kitab Kebijaksanaan membahasakannya  demikian: 'Engkau, Penguasa yang kuat, mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat hati-hati memperlakukan kami. Sebab kalau mau Engkau dapat juga.  Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Anak-anak-Mu Kauberi harapan yang baik ini: Kauberikan kesempatan untuk bertobat apabila mereka berdosa', dan itulah yang memang dilakukan oleh Yesus dengan mendatangi kaum pendosa dan mengajaknya kembali datang kepadaNya (Mat 9: 9-13).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, berkatilah kami selalu dengan Roh KudusMu, agar kami selalu setia memilih yang terbaik bagi hidup kami, yang mendatangkan keselamatan, bukan saja kelak di akhir jaman, tetapi mulai sekarang ini bisa kami rasakan dan kami nikmati. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening