Pesta Santo Tomas Rasul

3 Juli 2014
Ef 2: 19-22  +  Mzm 50  +  Yoh 20:  24-29




Lectio :

Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."  

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."



Meditatio :

Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Entah kemana dia pergi; apakah dia bersembunyi dan menyendiri? Bukankah seharusnya dia merasa aman bersama para muridNya yang lain? Apakah memang para murid sempat tercerai-berai (Mat 26: 31) mendahului kawanan domba yang hendak dipercayakan kepada mereka?

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!". Mereka bangga dan ingin memamerkan apa yang mereka ketahui. Kebanggaan diri adalah sikap dasar bagi seseorang untuk berani menjadi pewarta sabda dan iman. Kebanggaan akan membuat orang untuk berani berbagi dengan sesama.

Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."  Mengapa Tomas berkata-kata demikian? Apakah kesaksian mereka ada yang meragukan? Mengapa Tomas menuntut bukti?

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Yesus mendengar sungguh apa yang menjadi keinginan Tomas. Sepertinya Yesus datang hanya untuk memenuhi keinginan Tomas. Sebab Dia datang memberi salam dan langsung menjumpai Tomas secara khusus. Kemudian Yesus berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Yesus tidak menunjukkan luka-luka pada kakiNya. Yesus pun tidak menunjukkan luka-luka di kepala, bekas mahkota duri, yang tentunya mudah terlihat. 

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!". Tak banyak yang dikatakan Tomas. Sekarang Tomas yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah bagi umatNya. Sepertinya dia tidak berani mencucukkan jari-jarinya ke bekas luka-luka Yesus, karena memang dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri: Siapakah Orang yang ada di depan dirinya sekarang ini. Dia memang telah wafat disalibkan, tetapi kini Dia hidup demi keselamatan seluruh umat manusia. 

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Yesus membuka peluang setiap orang untuk percaya kepadaNya; malah memang mereka yang percaya, yang mendapatkan dan menikmati keselamatan dari padaNya, dan bukannya mereka yang melihat. Kepercayaan mendatangkan keselamatan; dan semuanya itu merupakan kepastian, yakni bahwasannya mereka yang percaya disatukan sebagai umatNya yang kudus, sebagaimana ditegaskan Paulus dalam suratnya kepada umat di Efesus, katanya: 'kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh' (2: 19-21).



Oratio :

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar kami semakin hari semakin berani berserah diri dan hanya mengandalkan Engkau. Sebab tak jarang, kami mudah putus asa bila menghadapi aneka tantangan, terlebih bila tantangan itu kami rasa di luar kemauan dan kemampuan kami. 
Santo Tomas, Doakanlah kami. Amin.



Contemplatio :

'Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'.










Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening