Pesta santo Yakobus Rasul

25 Juli 2014

2Kor 4: 7-15  +  Mzm 126  +  Mat 20: 20-28

 

 


Lectio :

Pada suatu hari datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.  Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."  Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."  Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."  Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;  sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

 

 

Meditatio :

Pada suatu hari datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.  Dari mana mereka datang bersama-sama? Apakah Yohanes dan Yakobus sedang mengambil cuti dari Yesus? Atau memang sengaja ibu Zebedeus ini datang hendak mengunjungi anak-anaknya? Apakah ada keperluan dia datang?  'Apa yang kaukehendaki?', kata Yesus menyapa mereka, yang sepertinya Yesus menangkap ada kemauan tersembunyi yang hendak mereka sampaikan.  'Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu',  sahut ibu itu segera, 'yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu'. Ibu Zebedus ini memang orang pandai dan beriman. Dia tahu dengan baik Siapakah Orang yang diajak bicara ini, yakni  Dia sang Raja Empunya kehidupan ini. Sang ibu menginginkan agar kedua anaknya ini mendapatkan jaminan hidup nyaman dalam kerajaanNya.

'Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?'  Tanya Yesus kepada mereka. 'Kami dapat',  sahut mereka. Mereka bukan saja tahu, tetapi malahan mampu dan berani meminum cawan yang harus diminum oleh sang Guru. Mereka siap menerima tugas yang diberikan sang Guru. Memang mereka ini adalah orang-orang hebat.  'Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya'. Penegasan Yesus sungguh-sungguh  mengingatkan, bahwa duduk di sebelah kanan kiri dalam Kerajaan Surga tidaklah ditentukan oleh jasa dan kebaikan umatNya, melainkan karena semata-mata karena kehendak dan kemauan Tuhan sang Empunya kehidupan.  Semua orang memang harus berusaha mengejar keselamatan, tetapi Tuhan Allah sendiri yang menempatkan setiap orang dalam realitas keselamatan, karena hanya Dia yang mampu mengadakan keselamatan bagi umatNya. Bukankah harta pelayanan kita ini tersimpan dalam bejana tanah liat (2Kor 4: 7), yang rapuh dan mudah pecah? Masih beranikah bila kita berbangga dengan segala kemampuan yang kita miliki?

Keselamatan adalah ranah Tuhan Allah, dan bukanlah seperti dunia politik yang sering kali bersifat pragmatis dan transaksional. Keselamatan akan sulit dinikmati oleh orang-orang yang berjiwa pamrih, yakni  do ut des (Latin), saya memberi supaya engkau memberi saya. Tuhan Allah ada di atas kita, dan bukannya Dia ada di bawah kita. 'Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,  dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu',  tegas Yesus yang membalik segala kenyataan hidup manusia. Yesus tidak hanya mengatakan, tetapi telah mendahului segala kata-kataNya itu dengan sikap dan tindakan hidupNya.  'Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'.

Bagaimana sikap Yakobus dan Yohanes ketika mendengar penyataan Yesus seperti ini? Apakah permintaan sang ibu ini sudah dikomunikasikan sebelumnya dengan mereka? Tak dapat disangkal memang Yakobus adalah seorang pemberani dan penuh semangat, diapun akhirnya berani menerima salib yang menghantarnya untuk menerima mahkota kemartiran. Penegasan Yesus untuk meminum cawan semakin membuat Yakobus berani maju pantang mundur menjadi saksi-saksi kebangkitan dan kebenaran.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami saksi-saksi kebangkitanMu yang berani, dan dengan tulus hati melayani sesama serta siap menghadapi setiap tantangan, karena Engkau sendiri yang terlebih dahulu telah melakukan semuanya untuk keselamatan kami. Engkau menjadi tebusan bagi hidup kami.

Santo Yakobus Rasul, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening