Rabu dalam Pekan Biasa XVII, 30 Juli 2014


Yer 15: 10-21  +  Mzm 59  +  Mat 13: 44-46

 

 

Lectio :

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu'.

 

 

 

Meditatio :

'Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu', tegas Yesus kepada para muridNya. Keberanian untuk mendapatkan yang terindah dia menjual harta yang dimilikinya dan membeli ladang itu. Menginginkan yang indah dan baik, mengandaikan seseorang berani meninggalkan yang lain. Dia tidak bersedih dan menyesal menjual segala yang dimilikinya, karena dia telah mendapatkan harta yang lebih mulia. 'Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu'. Mutiara yang ditemukan mungkin tidak sebesar dari harta yang dimilikinya, tetapi nilai dan harganya melebihi segala harta yang dimilikinya.  Perhatian lebih kepada harta yang terpendam atau pun pada mutiara memang secara obyektif kedua-duanya mempunyai nilai yang amat tinggi, tetapi semakin terasa indah dan membahagiakan karena memang dia mempunyai hati terhadap harta yang terpendam atau pada mutiara itu. Mempunyai hati kiranya menjadi standar pertama dan utama terhadap hal yang indah dan mulia. Di mana hartamu di situlah hatimu berada.

Menaruh hati memang membutuhkan jerih payah yang tidak sedikit, bahkan derita insani amat dirasakannya, sebagaimana diceritakan Yeremia dalam kitabnya. 'Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Aku bukan orang yang menghutangkan ataupun orang yang menghutang kepada siapa pun, tetapi mereka semuanya mengutuki aku. Namun apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu,  aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam' (Yer 15). Namun semuanya itu dapat dilewati Yeremia, karena dia menemukan dan melihat sesuatu yang indah dan mulia.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar semakin berani datang dan mencari Engkau, karena Engkaulah yang Empunya kehidupan yang sanggup memberikan keselamatan kekal kepada kami. Engkaulah harta tak ternilai dalam hidup kami, di atas segala-galanya. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening