Selasa dalam Pekan Biasa XIV


8 Juli 2014

Hos 8: 4-13  +  Mzm 115  +  Mat  9: 32-38

 

 

 

Lectio :

Suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."  Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."  

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 

 

Meditatio :

Suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.  Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'.  Tetapi orang Farisi berkata: 'dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan'. Satu peristiwa dapat dilihat dari dua sudut yang berbeda. Pertama, banyak orang yang melihat semuanya itu berkata: 'yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel'. Ini menandakan bahwa mukjizat semacam ini belum pernah terjadi, minimal belum pernah dilihat dan didengar oleh mereka. Baru sekarang ini, mereka melihat sesuatu yang indah dan mengagumkan. Yesus telah membuat segala-galanya indah adanya. Kedua, segala sesuatu itu terjadi 'dengan kuasa penghulu setan', kata orang-orang Farisi, yang memang selalu berseberangan dengan sang Guru dari Nazaret. Namun mungkinkah sang Guru, Pengajar jalan Tuhan itu melakukan kebaikan dengan kuasa kegelapan? Bagi kuasa kegelapan sendiri, maukah mereka diadu domba, diadu sesama kuasa kegelapannya?

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Pewartaan Injil dan karya penyembuhan sepertinya satu paket dalam karya pelayanan sang Guru dari Nazaret. Apakah semuanya ini disatukan mengingat pandangan pada saat itu, bahwa segala penyakit dan kelemahan manusia akibat kuasa kegelapan?  

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Mengapa Yesus menyuruh para murid meminta para pekerja dari sang Empunya tuaian? Mengapa Yesus sendiri tidak langsung mengutus para pekerja itu, bukankah semuanya ini juga untuk kepentingan karya pelayanan san pewartaan Injil Kerajaan Allah? Apakah memang disengaja oleh Yesus guna menunjukkan kepedulian para murid akan kebutuhan yang ada di tengah-tengah mereka? Bukankah Yesus sendiri juga pasti mengingat kehendak Tuhan  melalui Hosea (bab 8), bahwasannya segala yang menjadi perilaku dan tindakan umatNya mengundang perhatian Allah. Jika mereka bersikap dan bertindak baik, maka Tuhan akan melimpahkan berkatNya, tetapi kemurkaan akan diberikan kepada mereka yang melawan Allah?

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, jadikankah hati kami seperti hatiMu yang mudah tergerak karena melihat kesulitan dan penderitaan sesama. Sehingga melalui berkat, talenta yang kami miliki, kami dapat mewujudkan kasih yang nyata kepada sesama kami.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening