Selasa dalam Pekan Biasa XV

22 Juli 2014

Mik 7: 14-20  +  Mzm 84  +  Mat 12: 46-50

 

 

Lectio :

Pada waktu itu ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.  Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.  Kenapa mereka hendak menemuiNya? Apakah mereka tidak tahu tentang kesibukan sang Guru? Maka seorang berkata kepada-Nya: 'lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau'.  Ada orang yang bermaksud baik untuk menyampaikan kepadaNya. Bukankah orangtua harus kita hormati?  Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: 'siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?'. Mengapa Yesus menjawab seperti itu? Apakah Dia tidak mau tahu dengan keluargaNya? Mengapa Yesus tidak mau menemuinya sebentar saja misalnya?

Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: 'ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'. Apakah dengan jawaban ini Yesus telah menjadi orang yang tidak tahu terima kasih terhadap orangtua? Apakah Yesus menolak asal-usulNya? Melakukan kehendak Bapa di surga yang menyatukan setiap orang dalam satu keluarga. Mengapa? Karena memang kita adalah milik Bapa yang mahamurah, sang Empunya kehidupan ini. Bukankah kita telah diangkat sebagai putera-puteri Bapa di surga yang menurunkan hujan bagi setiap orang tanpa terkecuali  (Mat 5: 45)? Dengan penyataanNya ini, Yesus, bukannya menolak kehadiran orangtua dan saudara-saudariNya, melainkan malah membuka pintu selebar-lebarnya bagi setiap orang yang berkehendak baik untuk menikmati persaudaraan denganNya. Persaudaraan dengan Yesus adalah relasi keselamatan, dalam arti semua orang yang bersaudara dengan Dia adalah mereka semua yang merindukan keselamatan hidup ini, bukan sebatas di dunia ini, melainkan  sampai hidup kekal, yang memang hanya dinikmati oleh orang-orang yang melaksanakan kehendak Tuhan. Hanya orang-orang yang melaksanakan kehendak Tuhan beroleh selamat. Hanya orang-orang yang melakukan kehendakNya inilah yang menjauhi segala kejahatan. Mereka akan berjalan bersama-sama menikmati sukacita.

Maria telah memberi contoh bagaimana menjawabi kehendak Tuhan dan mengikuti sang Putera dengan penuh kesetiaan. Maria Magdalena yang dahulu berseberangan dengan Yesus akhirnya menjadi saudaraNya yang setia, karena memang dia mengubah haluan hidupnya, bukan dengan mencari kepuasan diri, malahan apa yang dikehendaki Yesus sekarang  dilakukannya. Maria Magdalena adalah manusia baru (2Kor 5: 17), yakni sebagai saudari Yesus. Demikian juga karena iman kepercayaan, kita yang  dahulu hanya sekedar saudara karena sesama ciptaan, sekarang menjadi dekat, karena sama-sama menikmati karya penebusan Kristus, 'dahulu jauh sekarang menjadi dekat oleh darah Kristus' (Ef 2: 13).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, sebab berkat penebusanMu, kami Kau angkat menjadi saudara-saudariMu sendiri, yang Kau perkenankan menikmati keselamatan kekal bersamaMu kelak di surga.

Santa Maria Magdalena, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening