Selasa dalam Pekan Biasa XVII, 29 Juli 2014

Yer 14: 17-22  +  Mzm 79  +  Yoh 11: 19-27

 


 

Lectio :

Ketika Lazarus meninggal, banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.  Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."  Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."  Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

 

 

 

Meditatio :

Ketika Lazarus meninggal, banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.  Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya, tetapi Maria tinggal di rumah.  Kenapa Maria tidak menjumpai Yesus, yang datang  melayat saudaranya? Apakah dia sudah tidak seperti dahulu lagi mengingat dia pernah dipuji oleh sang Guru (Luk 10: 42)? Atau dia tenggelam dalam kesedihan sehingga sulit melihat kenyataan yang sering lebih baik dari yang kita pikirkan? Pengalaman rohani dapat menjadi pengalaman jahat bila memang seseorang tidak mau berani melihat kenyataan hidup sehari-hari. Keinginan untuk selalu tinggal di atas gunung dan mendirikan kemah, tetapi tidak mau mendengarkan Dia (Mat 17: 5) yang hadir dalam keseharian hidup manusia, akan menjerumuskan seseorang untuk berada di luar keselamatan.

Maka kata Marta kepada Yesus: 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.  Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya'.  Bersama Yesus segalanya indah adanya. Itulah keyakinan Marta. Kenyataan pahit yang dialami saudaranya pun tak akan terjadi. Namun segalanya tetap bisa berubah, karena kepercayaan kepada Yesus yang  membuat segalanya baik adanya.  Kata Yesus kepada Marta: 'saudaramu akan bangkit'.  Sahut Marta kepada-Nya: 'aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman'. Marta yakin ada kebangkitan bagi semua orang yang percaya kepada Tuhan sang Empunya kehidupan, tetapi semuanya itu terjadi pada akhir jaman. 'Aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.  Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah' (Ayb 19: 23-26). Ada kepercayaan akan kebangkitan badan semenjak Perjanjian Lama.

'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya', tegas Yesus. Yesus memberikan kepastian bahwa diriNyalah kebangkitan dan hidup. Dia yang membangkitkan semua orang. Kepercayaan kepada diriNya akan memberikan kebangkitan dan hidup bagi setiap orang. Kematian memang tetap akan dialami setiap orang karena kodrat insaninya, tetapi kepercayaan akan Allah memberikan kebangkitan dan hidup.  'Percayakah engkau akan hal ini?'.   Jawab Marta: 'Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia'. Marta benar-benar orang beriman yang percaya akan misteri inkarnasi Allah ke tengah-tengah umatNya.

Peringatan santa Marta sungguh-sungguh mengingatkan kita untuk benar-benar menjadi seseorang yang beriman. Beriman bahwa Tuhan Yesus menjadikan segala-galanya baik adanya. Beriman kepada Yesus bahwa Dialah kebangkitan dan hidup. Kiranya jiwa pertobatan hendaknya terus kita lambungkan padaNya, sebagaimana dikumandangkan oleh Yeremia (14: 17-2), agar belaskasih Allah tetap kita rasakan, dan segala peristiwa pahit tidak membuat kita takut dan menghindarinya, sebab memeng tak jarang pil pahit harus kita minum agar sembuh adanya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingi dan kuatkanlah kami untuk tidak tenggelam dalam kesedihan dan kepahitan hidup, tetapi tetap beriman dan percaya bahwa Engkaulah kebangkitan dan hidup, yang akan menjadikan segalanya baik adanya, dan yang memberikan keselamatan pada kami semua.

Santa Marta, doakanlah kami.  Amin

 

 

Contemplatio :

'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening