Senin dalam Pekan Biasa XV

14 Juli 2014

Yes 1: 11-17  +  Mzm 50  +  Mat  10:34 – 11:1

 

 

 

Lectio :

Suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.  Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

 

 

 

Meditatio :

Pesan Yesus kepada para murid yang hendak diutusNya mewartakan sabda keselamatan, pertama:  'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.  Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya'. Yesus datang ke dunia membawa pedang. Dengan pedangNya itu, Dia memisahkan satu dengan lainnya, yakni mereka yang mengikuti diriNya dari mereka yang menolakNya, mereka yan memilih kebenaran dan keselamatan dari mereka yang menolaknya. Mereka terpaksa berpisah, karena arah hidup berbeda satu dengan lainnya; damla bahasa Yohanes, mereka dipisahkan antara anak-anak terang dan anak-anak kegelapan, anak-anak Allah dan anak-anak dunia. Mereka berpisah, karena keselamatan itu memang mengadaikan adanya pilihan untuk memilih yang terbaik dan meninggalkan segalanya.  

Segala yang disampaikan Yesus memang adalah hal baru yang menantang setiap orang untuk selalu melakukan yang baik dan benar, walau sebenarnya Allah telah mengawalinya melalui nabi Yesaya, yang menegaskan: 'Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. Maka basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!' (Yes 1).

Kedua, 'barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku'. Yesus Tuhan harus dinomersatukan daripada yang lain. Yesus tidak meminta membenci mereka, melaiankan tetap mengasihi dan memperhatikan mereka dengan tetap mengutamakan Tuhan sang Empunya kehiduapan di atas segala-galanya. Mengapa? Karena hanya Dia Tuhan Yesus yang memberikan keselamatan; dan dalam Dia pergaulan dan keakraban dengan keluarga dan sesama semakin diteguhkan dan selalu diperbaharui.  

Ketiga, 'barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku'. Mengikuti Yesus bukanlah jalan sore-sore beramai-ramai, melainkan mempunyai arti yang amat mendalam yakni menyerupai Dia, bersikap dan bertindak seperti Kristus sendiri. Bagaimana seseorang dapat menikmati keselamatan, bila tidak berusaha melakukan segala dan kehendakNya. 'Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'. Mengikuti sang Penyelamat berarti menomerduakan kepentingan diri sendiri, segalanya harus berani diberikan dan dikorbankan bagiNya, termasuk nyawa hidupnya sendiri bila Tuhan Yesus hendak melimpahkan mahkota kemartiran kepadanya.  

Keempat, 'barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar'. Sebuah janji yang memberikan harapan bagi setiap orang untuk mendapatkan keselamatan. Barangsiapa menanam kebaikan, dia juga akan menuai kebaikan dan sukacita, walau harus dilewati dengan bercucuran air mata (lih. Mzm 126).  'Barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya'. Bagaimana dengan susu dibalas tuba? Itulah realitas hidup yang tidak dapat kita paksakan kepada sesama kita. Namun kiranya menjadi keyakinan kita bersama, bahwasannya segala yang baik dan indah yang kita lakukan terhadap sesama  dalam namaNya yang kudus, Tuhan akan melimpahkan berkat dan rahmatNya.

Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka. Yesus mengutus para muridNya untuk mewartakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat, tetapi mengapa Yesus yang meninggalkan mereka untuk mewartakan Injil? apa yang dikerjakan para murid?

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami ini agar hari demi hari semakin berani memanggul salib kehidupan ini dan siap selalu mengikuti Engkau dalam segala kata dan tindakan kami. Amin.

 

Contemplatio :

'Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening