Hari Raya Santa Maria diangkat ke Surga, 10 Agustus 2014

Why 12: 1-6  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56

 

 

Lectio :

Ketika Maria melambungkan pujian ini: "Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya".

 

 

 

Meditatio :

'Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku', kata Maria yang melambungkan pujian kepada Tuhan yang Mahakasih. Maria berkata-kata demikian, karena memang dia mengalami hal yang indah dan membahagiakan. Semuanya dialaminya, bukan karena keberuntungan nasibnya, melainkan karena Tuhan Allah dirasakan sungguh berkarya dalam dirinya. Maria merasakan sukacita, dan bahkan orang lain akan berkata-kata demikian tentang dirinya, 'mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia', karna karya Allah terjadi dalam dirinya.

Mengapa? Karena Dia 'Yang Mahakuasa  dan  nama-Nya adalah kudus'  itu memperhatikan kerendahan hamba-Nya dan telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadanya. Segala yang terjadi pada dirinya adalah karya Allah, dan bahkan Maria juga yakin dan percaya, bahwa semua itu tidak hanya terjadi pada dirinya, tetapi juga terlaksana pada diri banyak orang;  'rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'. segala yang baik itu dikerjakan Allah bagi semua orang, dan bukannya pada satu per satu umatNya. Tuhan Allah 'memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, tetapi sebaliknya meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa'. Allah melakukan segala yang baik dan indah itu, bukan saja baru sekarang ini, melainkan semenjak awal mula, sebagaimana telah  dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'.

Nyanyian Maria, sang ibu Tuhan (Luk 1: 43) adalah ungkapan iman kepercayaannya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Karena imannya, Maria berani bertanya: 'bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami? (ay 34) dan 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu' (ay 38). Maria tidak menuntut bukti, tetapi dia mengakui bahwa dirinya belum mampu dan belum waktunya untuk mengandung. Maria akhirnya mengamini apa yang menjadi kehendak Tuhan  pada dirinya.

'Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus, tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya' (1Kor 15: 22-23). Inilah iman kepercayaan Paulus. Siapakah orang orang kedua yang dihidupkan kembali dalam persekutuan denganNya? Apakah Petrus? Yohanes? Atau Paulus sendiri telah menunjuk dirinya? Dia orang yang pertama menerima Yesus dia pula yang pertama dihidupkan kembali. Dia adalah Maria. Yohanes dalam penglihatan ilahinya bersaksi: 'tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya' (Why 12: 1).

Maria memang seorang perempuan beriman.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami yang juga telah menikmati segala keindahan dan sukacita dalam hidup ini kiranya Engkau mampukan untuk senantiasa memuji dan memuliakan Engkau, serta meneladani bunda Maria yang berani mengunjungi saudaranya dan membagikan kabar sukacita, agar merekapun boleh menikmati kehadiranMu lewat kami.

Santa Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening