Jumat dalam Pekan Biasa XVIII, 8 Agustus 2014


Nah 1  +  Mzm  +  Mat 16: 24-28

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?  Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

 

 

 

Meditatio :

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku', tegas Yesus. Mengikuti sang Guru ternyata berat juga tuntutannya: menyangkal diri, memikul salib dan melakukan kehendakNya. Sebaliknya,  'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'. Barangsiapa sayang akan nyawanya dan tidak mau berkurban, dia malahan akan kehilangan nyawanya. Mengikuti sang Guru sepertinya harus berani merelakan nyawa, bila memang dituntut untuk memberikannya demi Dia.  'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?'. Nyawa memang lebih penting dari segala bentuk harta benda yang dimiliki seseorang. Bagaimana seseorang dapat menikmati harta benda yang dimiliki, bila memang nyawanya hilang melayang?  Siapa yang menikmatinya?  

'Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'. Tentunya yang mendapatkan pahala dan berkat adalah mereka yang berani menyangkal diri dan memanggul salib kehidupan. Tentunya mereka adalah kawanan domba yang berada di sebelah kanan sang Gembala, atau ikan-ikan yang baik yang dimasukkan dalam pasu, ataupun biji gandum yang dikumpulkan dalam lumbung. Tentunya mereka yang melawan kehendakNya akan mendapatkan hukuman dari perbuatan mereka sendiri, yang memang lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebagaimana dinubuatkan oleh Nahum juga dalam bacaan hari ini (Nah 1.2.3). Mereka mendapatkan pahala dan berkatNya, karena memang telah berusaha dan berusaha, bukan seturut kemauan diri sendiri, melainkan dengan disertai usaha penyangkalan diri dan pemanggulan salib kehidupan sehari-hari. Bukankah orang yang mencari kepuasan diri itu tidak ubahnya pembiaran diri pada kuasa kegelapan, sebagaimana ditegurkan Yesus kepada Petrus kemarin? Menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti kehendakNya adalah sebuah usaha perjuangan hidup yang tidak sebatas kemampuan diri, melainkan pada pelaksanaan kehendak Tuhan Allah sendiri.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk semakin hari semakin setia dalam memanggul salib kehidupan ini. Tak jarang, kami mengeluh dan mengeluh, bahkan marah-marah menghadapi kenyataan hidup. Yesus, jadikanlah kami orang-orang yang giat lagi setia dalam hidup ini.

Santo Dominikus, doakanlah kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening