Kamis dalam Pekan Biasa XIX, 14 Agustus 2014


Yeh 12: 1-12  +  Mzm 78  +  Mat 18:21 – 19:1

 

 

Lectio :

Pada waktu itu datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.  Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."  Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

 

 

 

Meditatio :

'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?', tanya Petrus kepada Yesus. Bukankah sampai tujuh kali menunjukkan kemauan baik kita untuk memaafkan dan memahami kekurangan sesama?  'Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali', sahut Yesus. Sebuah jawaban yang mengajak para murid, kita semua, untuk berani memaafkan dan memaafkan, berani mengampuni dan mengampuni orang yang bersalah terhadap kita. Sampai tujuh puluh kali tujuh kali mengandaikan kerelaan hati untuk berani memaafkan dan mengampuni kesalahan sesama bagaimanapun besarnya; sebuah penyataan yang dimaksudkan agar sepanjang hidup kita ini berani mempunyai jiwa pemaaf terhadap semua orang.

Mengapa kita harus berani memaafkan kesalahan sesama? Karena kita adalah orang-orang yang telah mendapatkan pengampunan dari Tuhan Allah sang Empunya kehidupan sendiri. Kita telah mendapatkan rahmat penebusan berkat kematian dan kebangkitan. Kita telah menerima, baiklah kalau kita membagikannya. Hal inilah yang dinyatakan sekarang kepada kita dalam perumpamaan  seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta yang mendapatkan penghapusan hutang dari raja, tetapi keluar, ia bertemu dengan temannya  yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, menyerahkannya ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.  Raja kemudian memanggil orang itu dan berkata: hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.  Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau.

Rahmat penebusan adalah rahmat untuk seluruh kehidupan, untuk hidup sekarang ini dan untuk selama-lamanya. Setiap orang yang mendapatkan rahmat penebusan, dia mendapatkan jaminan keselamatan dari Allah sendiri  berkat karya penebusan Kristus. Rahmat keselamatan untuk selama-lamanya diperoleh orang-orang yang percaya kepadaNya, maka mereka pun, termasuk kita, harus terus-menerus membagikan rahmat pengampunan itu kepada sesama selama perjalanan hidup ini. Inilah pengampunan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Rahmat pengampunan itu sepertinya dicabut, seperti yang dilakukan raja terhadap orang yang berhutang sepuluh ribu talenta, jika kita tidak berani membagikannya kepada sesama kita. 'Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu', tegas Yesus. 'Kaum pemberontak adalah mereka, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar' (Yeh 12: 2), sebagaimana dikatakan dalam peribadatan hari ini. Apakah orang yang telah menerima rahmat pengampunan tetapi tidak membagikannya kepada sesama juga termasuk kaum pemberontak?

  

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat pengampunan yang Engkau karuniakan kepada kami, kiranya kamipun semakin berani untuk mengampuni sesama sepanjang perjalanan hidup kami, yang memang akan mendatangkan keselamatan terutama bagi kami sendiri dan juga bagi sesama kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali kamu harus mengampuni, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening