Kamis dalam Pekan Biasa XXI, 28 Agustus 2014


1Kor 1: 1-9  +  Mzm 145  +  Mat 24: 42-51

 

 

Lectio :

Pada suatu hari Yesus berdabda: 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.  Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:  Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,  dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'.

 

 

 

Meditatio :

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang'.  Penegasan Yesus menyatakan bahwa kedatangan Tuhan itu tidak dapat dipastikan kapan saatnya tiba. Tuhan yang mana? Apakah Dia berbicara tentang diriNya sendiri? Ya benar,  tentang kedatanganNya kembali kelak di akhir jaman. Bukankah memang Dia akan pergi menghadap Bapa, dan akan mempersiapkan tempat bagi umatNya, agar di mana Dia berada kita semua berada bersamaNya (Yoh 14)? 'Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar'. Setiap orang harus berjaga-jaga; tak ubahnya, tidak ada orang di antara kita yang mau kecolongan, sebaliknya semua orang ingin selamat.  'Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'.  Kenapa Dia tidak mau memberitahukan kedatanganNya? Bukankah Dia juga meminta setiap orang supaya berjaga-jaga?

'Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:  Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,  dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Orang yang selalu berjaga-jaga akan mendapatkaan kepercayaan yang lebih besar dari Tuhan. Dia akan mendapatkan berkatNya yang melimpah. Orang yang mau berjaga akan menjadi orang kepercayaan Tuhan sang Empunya kehidupan ini. Sungguh hebat! Tidaklah demikian mereka yang tidak mau berjaga-jaga, atau malah berleha-leha gaya hidupnya, berpuas diri dengan kenyataan yang ada. Orang yang mencari kepuasan dan kenyamanan diri malahan akan mendapatkan kebinasaan. Itu kehendak Tuhan sendiri. Tuhan Yesus tidak mau menggunakan tawar-menawar dalam soal keselamatan. Hanya dalam dunia politik sepertinya ada permainan dalam kekuasaan, tetapi tidaklah demikian dalam keselamatan. Kita lihat dalam politik di antara kita sampai akhir Oktober ini.

Santo Agustinus, anak santa Monika, adalah seseorang yang tahu berterima kasih atas segala yang indah dan baik yang dilimpahkan Tuhan kepadanya. Agustinus tahu bahwa dia adalah orang yang tidak berkekurangan. Agustinus yakin, bahwa apa yang dikatakan Paulus: 'di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.  Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus' (1Kor 1: 5-7), mengena juga pada dirinya. Maka dia selalu menggunakan segala kepandaian dan kecerdasan yang dimilikinya untuk selalu berjaga-jaga dalam hidupnya. Berjaga-jaga yang dilakukan santo Agustinus adalah menggunakan segala yang dimilikinya untuk membangun hidup bersama sebagai umat Allah, terlebih-lebih perasaan dan kepercayaan diri, bahwa dirinya adalah seorang yang terlambat dalam mengenal kebaikan Allah. Dia tidak berdiam, Agustinus malah mengejar dan mengejar keterlambatan dirinya dalam mengenal Allah.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ingatkanlah kami selalu untuk tidak bermalas-malasan diri dalam keseharian hidup, terlebih dalam pergaulan kami dengan Dikau. Tak jarang kami sering lupa diri dengan pelbagai anugerah yang kami peroleh daripadaMu. Ajarilah kami untuk bersikap mau memberi sebagaimana diteladankan santo Agustinus.

Santo Agustinus, doakanlah kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Hendaklah kamu siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga'.  

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening