Rabu dalam Pekan Biasa XIX, 13 Agustus 2014


Yeh 9: 1-7  +  Mzm 113  +  Mat 18: 15-20

 

 

Lectio :

Pada waktu itu Yesus berkata kepada para muridNya: 'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka'.

 

 

 

Meditatio :

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata', pinta Yesus kepada para muridNya. Para murid diminta untuk berani menegur saudaranya, agar saudaranya tidak terjatuh lebih dalam lagi. Menegur  atau menasehati terhadap sesama saudara itu amat penting dan memang diperlukan. 'Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.  Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat'. Kita mengikutkan orang lain, menandaikan adanya kemauan bertobat dari saudara kita itu. Keberadaan orang lain mengandaikan apa yang kita bicarakan itu sungguh baik, dan demi kebaikan bersama. Namun,  'jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai'. Sebab hanya orang yang tidak mengenal Allah adalah dia tidak menghendaki keselamatan. Dia itu tidak ubahnya para pemungut cukai, yang merasa diri mampu dan tidak membutuhkan orang lain, malahan semena-mena menyiksa orang lain dengan kuasa yang dimilikinya. Orang yang tidak mau dinasehati adalah mereka yang tidak mau beroleh keselamatan.

Yesus menambahkan: 'Aku berkata kepadamu, pertama,  sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga'. Kuasa pengampunan diberikanNya kepada para murid. Kuasa ini diberikan kepada mereka, bukannya sebagai power yang menguasai, melainkan para murid diajak untuk berani membagikannya kepada sesama mereka. Mereka harus berani berbagi pengampunan kepada sesama. Menasehati dan menegur sesama memang adalah kewajiban mereka, dan kita semua, tetapi semuanya itu harus dibarengi rasa pengampunan yang mengajak setiap orang untuk berani bertobat dan bertobat.

Kedua, 'Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka'. Yesus menunjukkan kekuatan doa bersama. Doa bersama mengandaikan doa yang dilambungkan itu adalah menjadi kebutuhan banyak orang, dan bukannya seorang individu. Apakah selalu terkabulkan doa yang dipanjatkan secara bersama-sama? Apakah doa bersama menjadi jaminan terkabulnya suatu doa permohonan? Terkabulnya suatu doa itu karena kemurahan hati Allah atau banyaknya orang yang melambungkan permohonan? Namun tak dapat disangkal, doa bersama meringankan langkah seseorang untuk maju bersama dalam sebuah usaha yang penuh pengharapan.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, seringkali kami memilih diam apabila kedapatan ada saudara kami yang bersalah, karena takut. Berilah kami keberanian untuk menasihati atau menegur dengan kasih, sehingga mendatangkan keselamatan bagi dia dan kami semua. Amin

 

 

Contemplatio :

'Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening