Sabtu dalam Pekan Biasa XIX 16 Agustus 2014


Yeh 18: 1-10  +  Mzm 51  +  Mat 19: 13-15

 

 

Lectio :

Pada waktu itu datanglah seseorang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.  Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

 

 

Meditatio :

Pada waktu itu datanglah seseorang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.  Entah kenapa para murid tidak mengijinkan anak-anak mendekati pada sang Guru? Memang para murid memarahi mereka yang membawa ana-anak, tetapi yang dimaksudkan adalah anak-anak itu sendiri yang mau datang kepada sang Guru. Apakah memang mereka itu termasuk orang-orang yang tidak diperhitungkan, seperti kaum perempuan, sehingga mereka tidak perlu datang dan mendekat pada sang Guru? Bukankah pada waktu memperganda roti, mereka, anak-anak, juga tidak diperhitungkan?  Kalau anak-anak termasuk golongan yang terpinggirkan, apakah mereka para murid juga tidak mengerti bahwa Yesus pernah mengatakan: 'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin' (Luk 4: 18)? Yesus datang ke dunia mendekati orang-orang seperti mereka anak-anak ini. Kemungkinan besar, hanya supaya tidak merepotkan sang Guru, maka mereka melarang anak-anak mendekat kepadaNya. Nanti kalau sudah besar, baru boleh mengenal Yesus. Itulah yang banyak dilakukan juga oleh orangtua sekarang ini; mereka menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang mempunyai nama, tetapi mereka tidak mengenalkan anak-anak mereka kepada Tuhan sang Empunya kehidupan. 'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya  (Mat 16: 26)?'. Keindahan hidup tidak akan diperoleh dari dunia ini, selain dari Tuhan sang Empunya kehidupan itu sendiri.

'Biarkanlah anak-anak itu', tegas Yesus kepada para muridNya,  'janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga'. Anak-anak kecil menjadi perhatian Yesus, karena memang orang-orang, yang bersikap seperti merekalah, yang layak masuk dalam Kerajaan Surga, yakni sikap ketaatan dan keberundukan diri. Anak-anak adalah komunitas orang-orang yang tak mampu mandiri. Mereka membutuhkan peran dan dukungan orangtua. Mengingat keterbatasan dan kelemahan diri, anak-anak selalu taat kepada orang tua yang membimbing dan mengarahkan hidup mereka. Mereka membutuhkan selalu uluran tangan yang menghantar mereka untuk melakukan sesuatu yang indah dan berguna. Sikap seperti merekalah yang harus diteladani oleh setiap orang dalam berhadapan dengan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Allah memang tidak pernah otoriter. Dia membimbing dan membimbing umatNya, tetapi Dia memberi kebebasan sepenuhnya bagi setiap orang untuk mengamininya. Namun tak dapat disangkal, Allah menghendaki semua orang beroleh selamat.

Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami untuk semakin hari semakin berani taat dan berunduk kepadaMu, sebab tak jarang kami ini merasa diri mampu melakukan segala-galanya. Kami lupa yang menyelamatkan kami hanyalah Engkau. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Biarkanlah anak-anak itu datang,  janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga'.

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening