Sabtu dalam Pekan Biasa XVII 2 Agustus 2014


Yer 26: 11-16  +  Mzm 69  +  Mat 14: 1-12

 

 

Lectio :

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.  Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."  Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.  Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"  Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.  Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,  sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.  Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara  dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

 

 

 

Meditatio :

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.  Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: 'inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya'. Apakah Herodes mengenal sungguh Yesus, Orang Nazaret? Sejauhmana pengenalan Herodes terhadap Yesus? Ternyata sama sekali dia tidak mengenalNya. Dia mengenakan Yohanes pada diri Yesus, karena kesalahan dan dosa yang telah dilakukan terhadap Yohanes, sang nabi itu. Herodes sama sekali tidak mengenal Yesus, karena pengenalannya yang sekarang ini berkebalikan dengan kenyataan; bukannya karya Yohanes yang sekarang berkerja dalam diri Yesus, malah sebaliknya: kehadiran Allah selalu ditampakkan secara kuat dalam diri pada nabiNya.  

Herodes  menangkap Yohanes  dan memenjarakannya, karena teguran sang nabi itu: 'tidak halal engkau mengambil Herodias'.  Dia ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak, tetapi dia tak dapat berkutik, ketika anak perempuannya setelah dihasut ibunya, berkata: 'berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam'.

Yohanes sebagai seorang nabi, memang selalu berkata-kata tentang kebenaran; dan resiko seorang nabi adalah perlawanan dari mereka yang mendengarkannya. Itulah yang dialami juga oleh Yeremia dalam perjalanan hidupnya. Dia harus berkata-kata, sebagaimana disampaikan Tuhan kepada dirinya, walau semua yang dikatakan itu tidak mendapatkan tempat di hati umatNya (Yer 26). Apakah Herodes adalah seorang yang tidak konsekuen, bila dia tidak menuruti permintaan anak perempuannya? Apakan dia seseorang yang tidak setia pada sebuah janji, bila memang kesanggupan dirinya disalahgunakan oleh orang lain? Kiranya pemberi  harus berani mencabut segala peluang, bila kebaikan yang diberikan kepada banyak orang disalahgunakan untuk bertindak jahat dan merugikan sesama. Herodes harus berani menolak permintaan keluarga, bila mencelakakan orang lain.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selalu berani berkata-kata tentang kebenaran sesuai dengan kehendakMu, dan bukan mencari kepuasan diri. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Engkaulah Kristus, Putera Allah yang hidup'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening