Selasa dalam Pekan Biasa XVIII, 5 Agustus 2014

Yer 30: 1-15  +  Mzm 102  +  Mat 15: 1-2.10-14

 

 

 

Lectio :

Suatu hari datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:  "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."  Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."  Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"  Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.  Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

 

 

Meditatio :

Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan', komentar orang-orang dari Yerusalem, orang-orang metropolitan, apalagi mereka itu para ahli Taurat dan kaum Farisi, orang-orang yang mempunyai kedudukan social-religi yang relative tinggi. Tindakan para murid benar-benar menjadi perhatian mereka, sebab memang mereka diperhitungkan sebagai orang-orang yang melanggar tradisi yang ada. Mendengar komentar mereka,  Yesus berkata: 'dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang'. Suatu penegasan yang benar-benar melawan apa yang dikemukakan para ahli Taurat. Maka benarlah apa yang dikatakan pada muridNya, bahwa 'perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi'. Mengapa? Karena perkataan Yesus sepertinya menamparkan mulut mereka. Janganlah mudah berkomentar kalau tidak mengetahui sesuatu dengan benar. Sebab seharusnya yang berkata demikian adalah orang-orang medis, yang memang mempelajari kesehatan tubuh. Orang-orang medislah, ahli gizi khususnya, yang mengetahui teknis-teknis kesehatan, dan bukannya para ahli Taurat.

Seseorang najis dan kotor memang bukanlah soal makanan dan minuman yang menyebabkan, tetapi segala pikiran dan kata-kata yang keluar daripadanya.  'Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,   sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,  perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang' (Mrk 7: 20-23). Orang-orang najis adalah mereka yang tenggelam dalam lumpur dosa, karena memang mereka itu tidak layak berhadapan dengan Allah. Mereka melawan Allah. Mereka mencari kesenangan diri, dan tidak mau tahu dengan orang lain. Mereka secara sengaja menolak keselamatan yang berasal dari Allah. Tema inilah yang seharusnya dibicarakan dan dimeditasikan oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Inilah ranah pembicaraan mereka.

'Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.  Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang'.  Komentar Yesus ini menyatakan bahwa mereka orang-orang Farisi dan ahli Taurat ini memang tidak tahu benar apa artinya najis. Najis, bukanlah soal makanan dan minuman, membasuh tangan atau segala peralatan yang hendak digunakan untuk makan dan minum. Najis adalah kelayakan seseorang di hadapan Tuhan sang Empunya kehidupan. Najis adalah kelayakan seseorang dalam menjaga diri agar jiwa raganya tetap suci murni. Sebagaimana Tuhan ciptakan semenjak semula, yang adalah gambaran dan citra Allah sendiri. Mereka tidak tahu apa itu artinya najis, bagaimana dapat mengajarkannya kepada orang lain. Kasihan juga mereka yang percaya dan mengikuti mereka. Dua-duanya akan jatuh dalam lobang yang satu dan sama.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kuduskanlah hati dan pikiran kami, agar layak di hadapanMu melalui sikap dan perkataan kami, sehingga orang lain merasakan kehadiran dan kasihMu, sebab Engkau memang telah memanggil kami menjadi pembawa sukacita bagi sesame kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Dengarlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening