Senin dalam Pekan Biasa XVIII, 4 Agustus 2014

Yer 28: 1-17  +  Mzm 119  +  Mat 14: 22-36

 

 

 

Lectio :

Setelah mempergandakan roti, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.  Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.  Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.  Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.  Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"  Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."  Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.  Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"  Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"  Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.  Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.  Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

 

 

 

Meditatio :

Setelah mempergandakan roti, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.  Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Permintaan para murid dipenuhi oleh Yesus, yakni menyuruh banyak orang itu pulang; hanya saja mereka telah diberi bekal: makan kenyang terlebih dahulu. Tentunya pulangnya tambah malam, karena harus makan bersama-sama terlebih dahulu. Yesus menyuruh mereka pulang malam itu juga, apakah Yesus tidak memperhitungkan keamanan mereka? Mereka harus pulang dalam kegelapan? Yesus sendiri pergi ke bukit dahulu untuk berdoa, dan tidak langsung menyusul para murid. Mengapa para murid tidak diajakNya berdoa? Apakah Yesus memang begitu enggan mengajar para muridNya berdoa, sampai-sampai para muridNya sendiri meminta diajari bagimana harus berdoa?  'Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya' (Luk 11: 1).

Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.  Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.  Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Kira-kira ada durasi 3 jam-an para murid terombang ambing di tengah badai. Karena baru sekitar pukul  3 Yesus datang hendak membantu mereka.  Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: 'itu hantu!', lalu berteriak-teriak karena takut.  Ketakutan yang wajar dan beralasan, karena mana ada seorang manusia yang berjalan di permukaan air. Apakah mereka tidak bisa melihat wajah Yesus dengan jelas? Dalam jarak berapa Yesus baru dapat diketahui mereka?  Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: 'tenanglah! Aku ini, jangan takut!'. Mata mereka tertipu oleh keadaan, tetapi telinga mereka tetap mengenal siapakah Orang yang berjalan mendekati mereka itu. Maria Magdalena pun sempat dibutakan matanya, tetapi dia baru mengenal sang Guru ketika Yesus memanggil namanya (Yoh 20: 16). Suara Tuhan Yesus itu mengingatkan akan kebenaran dan menyelamatkan.

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: 'Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air'. Mengapa Petrus mencobai Yesus? Apakah permintaan Petrus ini senada dengan permintaan Tomas yang meminta mencucukan jari-jemari terlebih dahulu ke bekas-bekas luka-luka Yesus (Yoh 20: 25)?  Kata Yesus: 'datanglah!'.  Dalam peristiwa Tomas, Yesus tidak berkata akan datang,  tetapi Dia langsung datang kembali dan langsung menjumpai Tomas. Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tanpa berpikir panjang, Petrus melaksanakan keinginannya.  Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: 'Tuhan, tolonglah aku!'. Ternyata yang dilakukan Petrus bukankah sebuah pengalaman iman. Dia berjalan hanya dalam kepercayaan insani seorang manusia. Dia melakukan semuanya itu bukan dengan penuh kepercayaan; dan Yesus sepertinya membiarkan sikap sang muridNya itu agar mengalami sungguh bahwa bermain air itu basah. Apakah yang dilakukan Petrus itu sebatas pengalaman sugesti, sebagaimana dialami oleh banyak orang sekarang ini?  

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: 'hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'. Ketidakpercayaan Petrus memang tampak dalam teriakan minta tolong. Petrus memang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dikatakannya sendiri. Bukankah dia sendiri yang meminta agar diijinkan berjalan di permukaan air?  Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.  Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: 'sesungguhnya Engkau Anak Allah'. Pengalaman Petrus tidaklah boleh ditiadakan begitu saja, sebab semuanya itu telah membukakan mata hati para murid untuk semakin mengenal Siapakah Yesus, Anak Allah ini.

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.  Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.  Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Mengapa jumbai jubah, mengapa tidak bagian lainnya? Karena jumbai itu adalah ujung jubah, yang kemungkinan besar selalu  berada dalam posisi terjurai. Jumbai jubah sepertinya bentuk otoritas seorang raja, sebagaimana diputuskan oleh Daud (1Sam 24) terhadap Saul yang penguasa. Keberanian banyak orang untuk mendekati Yesus mendatangkan berkat, karena memang  semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, perteguh iman kami agar tidak bimbang dan peka akan kehadiranMu dalam setiap peristiwa hidup, serta semakin berani datang kepadaMu yang mendatangkan berkat dan keselamatan bagi kami.

Santo Yohanes Maria Viani, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Tuhan, tolonglah aku!'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening