Jumat dalam Pekan Biasa XXV, 26 September 2014

Pengk 3: 1-11  +  Mzm 144  +  Luk 9: 18-22

 

 

 

Lectio :

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"  Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."  Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.  Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

 

 

 

Meditatio :

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Mengapa tidak pernah diceritakan Yesus  sedang berdoa bersama para muridNya? Mengapa Dia selalu berdoa seorang diri? Komunitas yang bagaimana sebenarnya yang dikehendaki Yesus, sepertinya Dia tidak pernah menganjurkan kalau kita harus berdoa bersama? Namun tak dapat disangkal, Yesus pun selalu meneguhkan barang siapa berkumpul dan berdoa bersama dalam namaKu, Aku hadir di tengah-tengah mereka  (Mat 18: 20).

'Kata orang banyak, siapakah Aku ini?', tanya Yesus kepada para muridNya setelah Dia berdoa seorang diri. Sepertinya kabar  burung tentang siapakah Yesus itu tersebar ke mana-mana. Herodes pun bertanya-tanya Siapakah Dia itu. Engkau adalah 'Yohanes Pembaptis, tetapi ada juga yang mengatakan: Elia atau seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit'. Mengapa mereka tidak menemukan profil Musa dalam diri Yesus? Bukankah Musa termasuk tokoh penting dalam sejarah perjuangan Israel? Apakah Yesus tidak menampakkan diri sebagai Pejuang Israel?

'Menurut kamu, siapakah Aku ini?',  tanya Yesus kepada mereka semua. Sahut Petrus: 'Mesias dari Allah'. Petrus sepertinya mengenal sungguh siapakah sang Guru yang diikutinya itu. Dialah yang dipilih Allah, Dialah Yang terurapi. Yesuspun sepertinya membenarkan jawaban Petrus, walau Dia melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun'. Karena apa? Mesias yang disebutkan Petrus bukanlah sekedar gelar, tetapi memang Yesus adalah Mesias yang dipilih dan diutus Allah. Yesus sepertinya melarang Nama itu disampaikan supaya tidak banyak orang yang kecewa dan putus asa yang terjadi pada diriNya. Namun tak dapat diartikan kalau Yesus takut kehilangan para pengikut yang percaya kepadaNya, sebab kepercayaan kepada Dia sang Empunya kehidupan, hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar merindukan keselamatan.  Panggilan Mesias yang diemban Yesus tidaklah sesuai dengan gambaran umatNya. Yesus sepertinya menyadari sungguh,  sebab  'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'. Pada saat itulah setiap orang diharapkan oleh Yesus untuk berani berkata 'sungguh, orang ini adalah orang benar!' (Luk 23: 47). Yesus menyatakan semuanya itu, karena bagiNya segala-galanya ada waktu (Pengk 3: 1-11). Ada waktunya bagi diriNya untuk mewartakan sabda, ada waktu bagi diriNya untuk didera dan dibunuh, tetapi ada juga waktu bagi diriNya untuk bangkit dan dimuliakan untuk menarik semua orang datang kepadaNya  (Yoh 12: 13).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena kasih karuniaMu, kami dapat mengenali Engkau sang Juru Selamat lewat sabdaMu, yang diutus Allah dan telah hadir di tengah-tengah kami untuk menyelamatkan kami. Amin



Contemplatio :

'Engkaulah Mesias dari Allah'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening