Kamis dalam Pekan Biasa XV, 25 September 2014


Pengk 1: 2-11  +  Mzm 90  +  Luk 9: 7-9

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Herodes, raja wilayah, yang mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

 

 

 

Meditatio :

Suatu hari Herodes, raja wilayah, yang mendengar segala yang terjadi tentang Yesus dan ia pun merasa cemas. Entah mengapa dia cemas dan gelisah? Dia cemas dan resah, karena dia belum tahu dengan pasti Siapa Orang Nazaret itu. Tidak ada orang yang memberi kabar pasti tentang Orang satu ini. Sebab  'ada orang yang mengatakan, bahwa sang Guru itu adalah Yohanes telah bangkit dari antara orang mati, Dia adalah Elia telah muncul kembali, dan Dia adalah  seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tidak ada yang informasi yang meyakinkan. Herodes sendiri memastikan, bahwa Orang itu bukanlah Yohanes, sebab  'Yohanes telah kupenggal kepalanya'. Mana mungkin dia masih hidup? Dia baru saja mati, walau tak dapat disangkal  'hati Herodes yang selalu terombang-ambing, merasa senang juga mendengarkan dia' (Mrk 6: 20).

'Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?',  celoteh Herodes. Apakah Herodes sempat berkata, bahwa Orang itu memang mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa (Luk 4: 36), tidak seperti ahli-ahli Taurat?  Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. Apakah usaha Herodes sama dengan yang dilakukan Zakheus (Luk 19)? Apakah keinginan Herodes seandainya bertemu dengan Yesus, juga akan dijawabNya dengan berkata: Herodes, hari ini aku harus menumpang di rumahmu?

Secara inderawi apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar sepertinya sama keinginan Zakheus dan Herodes, tetapi yang satu berasal dari kedalaman hati, sedangkan lainnya tidak. Zakheus ingin melihat rupa Yesus, karena kerinduan hati yang bertanya-tanya, tidaklah demikian dengan Herodes yang gundah gelisah, karena egoisme diri, yang tidak ingin orang lain lebih hebat dari dirinya. Sekali lagi, yang inderawi keduanya sepertinya sama. Kiranya kepekaan hati harus berani terus-menerus  berbicara dalam menghadapi aneka perjalanan hidup ini. Kitab Pengkotbah mengingatkan kita, agar dalam menghadapi aneka peristiwa kehidupan yang sepertinya sama, tidak ada yang baru, sama seperti kemarin dan kemarin, membosankan dan menjemukan  itu (1: 2-11), kita hendaknya tetap setia. Selama kita tidak hanya mengarahkan perhatian kita di bawah, tetapi ke atas tempat Kristus bertahta (Kol 3), kita akan banyak menerima penghiburan dan sukacita dalam perjalanan hidup, dalam memanggul salib kehidupan ini.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kiranya sabdaMu yang Engkau perdengarkan kepada kami, membuat kami semakin mengenal Engkau, dan tidak ragu-ragu meminta bantuan daripadaMu dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian hebatnya?',



 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening