Kamis dalam Pekan Biasa XVIII, 11 September 2014


1Kor 8: 1-13  +  Mzm 139  +  Luk 6: 27-38

 

 

Lectio :

Pada suatu hari bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'Aku berkata: kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.

 

 

 

Meditatio :

'Aku berkata, pertama, kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu'. Yesus meminta para murid, kita semua, untuk berani mengasihi dan berbuat baik kepada orang-orang yang berseberangan dan tidak sependapat dengan kita. Entah kenapa alasannya? Minimal, 'jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian'. Semua orang yang mengenal diriNya harus mempunyai keunggulan yang dapat dibanggakan.

'Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain', kalau kita membalas menamparnya, lalu apakah upahmu di surga? Karena itu, 'barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu, dan berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu'. Demikian juga, 'jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, jangan berharap  menerima kembali sesuatu dari padanya, apakah jasamu dan apa bedanya kamu dengan orang-orang  berdosa?'.

Maka, 'kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat'.  Ganjaran tertinggi yang hendaknya diharapkan oleh mereka semua adalah menjadi anak-anak Allah sendiri. Bukan sekedar, indentitas atau jabatan sebagai anak-anak Allah, melainkan bersikap dan bertindak seperti Allah sendiri bersikap. 'Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati'.  Beragama dan beriman yang benar adalah bersikap dan mengasihi Allah, dan bukannya sekedar tahu bahwa ada Allah yang harus disembah. Agama yang tak dihayati itu adalah sebuah pengetahuan yang memang akan membuat kita sombong dan bertindak semena-mena, sebaliknya bila dihayati akan membangun, mensejahterakan bersama (bdk. 1Kor 8: 1b)

Kedua, 'janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi;  janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni; dan berilah maka kamu akan diberi'. Yesus meminta para murid bertindak seperti ini, bukannya supaya mereka dan kita semua bersikap pamrih, melainkan malah diminta untuk mendahului berbuat baik. Bukan pula semata-mata,  'menghendaki supaya orang perbuat kepada kita, maka kita perbuat demikian kepada mereka', tetapi lebih sebagai wujud nyata dari cinta kasih kita terhadap sesama. 'Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat' (Rom 12: 10), tegas Paulus kepada kita semua. Sebab tak jarang dalam hidup bersama, 'ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu'.

 

 

Collatio :

          Mengasihi musuh? Apa untungnya? Memperhatikan mereka yang tidak menaruh perhatian kepada kita saja sungguh berat rasanya. Do ut des,  saya memberi supaya engkau memberi adalah prinsip dasar dalam hidup bersama. Prinsip hutang budi sering kali mengawali segala tindakan kita; bahkan kita enggan memberi orang yang tidak akan memberi kita, bukankah dapat kita berikan kepada orang lain yang akan memberi kita?  Mengawali perbuatan yang baik saja tak jarang enggan dilakukan banyak orang.

Sebagaima Allah Bapa yang murah hati, demikianlah juga hendaknya kita yang menyebut diri sebagai anak-anak Allah; walau kita sadari kemurahan hati Allah seringkali sulit kita mengerti. Dia sering memberi orang-orang yang menurut penilaian kita tidak perlu dan tidak harus diberi. Mengapa dia yang jahat, selalu mendapatkan berkatNya setiap bulan? Mendapatkan kesembuhan lagi.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah agar kami anak-anakMu inipun menyadari akan kemurahan hatiMu yang telah kami nikmati selama ini, sehingga kami mampu bermurah hati kepada sesama  dengan tulus tanpa mengharapkan balasan sedikitpun. Amin

 

 

Contemplatio :

'Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening